oleh

PADI Asia Pasifik dan Politeknik Manado ‘Cetak’ Pemandu Selam Profesional

Manado, Barta1.com – PADI Asia Pasifik dan Politeknik Negeri Manado (Polimdo) mengadakan pelatihan bagi pemandu wisata selam atau dive guide guna peningkatan kualitas pelayanan terhadap wisatawan.

Ketua Tim pelaksana PADI Divemaster Training, Frans Victor Ratu mengatakan pelatihan tersebut digelar selama 12 hari yang diikuti 15 pemandu wisata lokal yang tersebar di Sulawesi Utara. “Dan hari ini (4 Oktober 2019, red) merupakan penutupan kegiatan ini. Dan seluruh peserta berhasil melewati ujian yang diberikan dengan hasil yang memuaskan,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Ia mengatakan, pelatihan ini merupakan program PADI Asia Pasifik dan Politeknik Negeri Manado yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia lokal, secara khusus pelaku usaha wisata.

“Kegaiatan ini untuk peningkatan kopetensi sebagai Dive Guide agar sesuai dengan ketentuan Pemerintah bahwa Pemandu Wisata Selam harus memiliki sertifikasi selam minimum Rescue Diver dan P3K, sebagaimana tertuang dalam PERMENPAR Nomor 7 Tahun 2016 mengenai Pedoman Penyelenggaraan Wisata Selam,” kata Rattu yang juga merupakan dosen tetap di Jurusan Pariwisata.

Lebih lanjut pria yang low profile ini mengatakan bahwa peserta dilatih oleh para intruktruk yang sudah berpengalaman seperti Alma Pongtuluran dan Ronny Mandak. “Keahlian mereka dalam melakukan pelatiham sudah tidak diragukan lagi,” ujar mner Frans.

Sementara itu, Ketua Jurusan Pariwisata Polimdo Oktavianus Lintong mengatakan peserta harus bisa menjadi pelopor dalam menjadi alam yang ada di Sulawesi Utara. “Sumber daya masyarakat lokal harus ditingkatkan terutama yang menekuni usaha jasa wisata agar dapat meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Lintong didampingi Ketua Laboratorium Konservasi Program Study EBL, Dannie Oroh.

Selain itu, kata dia, sumber daya manusia yang handal masyarakat lokal dapat mengelola sumber alam Sulut yang begitu luar biasa agar tetap berkelanjutan dan juga memberikan manfaat ekonomi untuk peningkatan taraf hidup.

“Kami berharap masyarakat lokal pemandu selama yang mengikuti pelatihan ini mengikutinya dengan baik hingga selesai sehingga ilmu yang didapat bermanfaat dalam bekerja,” ujarnya seraya menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan tersebut telah menjadi civitas akademika Polimdo. (*)

Editor: Agustinus Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed