oleh

Pasar Girian Padat Pembeli Jelang Pengucapan Bitung

Manado, Barta1.com — Warga dari berbagai sudut Kota Bitung terpantau memenuhi Pasar Girian Sabtu (05/10/2019) pagi hingga petang. Aktivitas belanja ini dilakukan menjelang Pengucapan Kota Bitung yang akan dirayakan Minggu 6 Oktober 2019.

“Menyambut Pengucapan banyak konsumen yang berdatangan, pada intinya banyak keuntungan yang kami dapatkan,” ungkap pedagang Pasar Girian, Anavi Pesik.

Warga, menurut Alvi, banyak membeli beras pulo. Untuk diketahui ini adalah bahan dasar Nasi Jaha —kuliner tradisional yang paling sering disajikan dalam merayakan pengucapan di berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara.

Komoditas lainnya yang diborong adalah buah-buahan, bumbu sayur dan barito hingga berbagai jenis daging.

“Juga semua jenis sembako,” tambah Alvi pada Barta1.

Bagi warga, pengucapan syukur yang dirayakan setahun 1 kali itu adalah perwujudan mensyukuri berkah yang diberikan Tuhan pada mereka. Karena itu bila ada anggapan bahwa pengucapan jangan dirayakan berlebihan, itu tidak sepenuhnya tepat.

“Karena besok hari akan menyambut suka cita Tuhan, memperingatinya dengan ucapan syukur,” ungkap Warga Lembe Papusungan Besar, Sonya Gabriela (24), saat tengah berbelanja di Pasar Girian.

Sonya, tentu saja, tidak lupa mengajak warga luar Bitung untuk hadir di Kota Cakalang yang berpengucapan.

Wakil Walikota Bitung, Maurits Mantiri mengatakan Pengucapan Syukur itu adalah tanda kesetian ciptaan kepada Sang Pencipta. Pengucapan syukur adalah bagian syukur masyarakat atas anugerah Tuhan yang sudah menganugerahkan masyarakat hidup aman dan tentram.

“Dengan pengucapan ini bisa membangun kebersamaan antar umat beragama khususnya masyarakat Kota Bitung. Mari kita rayakan dengan aman dan nyaman,” kata Maurits. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed