oleh

KAMAR TERAKHIR, Naskah Drama Natal Komedi

Oleh: Iverdixon Tinungki

KAMAR TERAKHIR

PEMAIN
ENGGO : Pemilik penginapan.
ONDOS: Pelayan penginapan.
JOS: Seorang Mantri.
ASER: Raja minyak dari Arab.
MALAIKAT: Malaikat maut.
YUSUF: Sosok Yusuf, suami Maria.
MARIA: Sosok Maria, istri Yusuf.

LOBI SEBUAH PENGINAPAN SEDERHANA . SUASANA MENJELANG NATAL

ONDOS, SANG OFFICE BOY TAMPAK SEDANG MEMBERSIKAN RUANGAN LOBI. KARENA JENGKEL PADA BOSNYA, ONDOS MENGUMPAT-UMPAT TENTANG KELAKUAN BOSNYA YANG KIKIR, TUKANG KREDIT, MATA DUITAN… DSB. TAK BERAPA LAMA BOS ENGGO MUNCUL.

ENGGO :
E… Ondos, kamu lagi ngomel apa? Kamu kira aku tuli. Kamu bicara jelek tentang aku ya? Lama-lama aku pecat kamu.

ONDOS:
(Pura-pura)
Tidak bos. Cuma…

ENGGO:
Cuma apa?

ONDOS:
Sudah sepuluh tahun aku kerja di penginapan ini tapi pangkatku tidak naik-naik. Masa aku jadi office boy terus. Sedangkan si Patras baru melamar langsung jadi security, seragamnya gagah, penampilan bagus, wangi-wangi baunya setiap hari. Sedang aku terus bergumul dengan segala kotoran. Itu tidak adil bos.

ENGGO:
E… Ondos kamu harus terima nasib. Dengan kapala gundul kayak kamu itu, kamu cuma pas jadi office boy. Pangkat lain susah. Masuk tantara tidak bisa. Jadi politikus tidak laku. Jadi bintang film paling-paling peran pembantu. Apa lagi yang kamu ingin tuntut dariku.

ONDOS:
Bos juga kan kapala gundul, botak, nyatanya bos bisa jadi bos.!

ENGGO:
Ah… kamu ini. peranku sebagai bos kan sudah ditentukan sutradara. Kamu melawan naskah. Di naskah aku diberi peran sebagai bos meski kepalaku gundul botak. Sudah, karja saja kamu, jangan banyak ngomel. Ini ruangan harus kelihatan bersih, rapih, apalagi Natal bagini. Kamu harus jaga kebersihan dan citra penginapan ini agar tetap asri. Tamu-tamu akan senang kalau liat bersih, kalau tidak kamu aku pecat!

(ENGGO KELUAR)

ONDOS KERJA LAGI. TIBA-TIBA DIA INGAT ISTRINYA DI KAMPUNG.

ONDOS :
Natal-natal seperti ini aku jadi ingat istriku di kampung. Istriku orang di pulau sana. Dia itu jahat, tapi sekaligus baik. Dia akan baik kalau aku beri duit. Kalau lagi pegang duit ia amat sayang padaku. Kepalaku disapu dan dibelai-belainya hingga semua rambutku rontok dan botak. Jahatnya kalau tidak ada duit, kepalaku dipukulnya dengan batang sapu, dia pikir kelaku ini sebongga batu licin apa. Itu sebabnya sudah sepuluh tahun aku kerja di penginapan ini tidak pulang-pulang. Aku sudah capek meladeni istri yang otaknya cuma duit melulu. Tapi bicara cantik, istriku itu cantik, seksi lagi, bodi seperti gitar, tinggi seperti peragawati. Yang jelek hanya wajahnya. Wajahnya seperti kura-kura. Wajah pipih ke belakang, dan mulutnya moncong.

MASUK TAMU, SEORANG MANTRI DAN RAJA MINYAK

JOS:
Malam

ONDOS:
e…mari pak. Ada yang bisa dibantu.

JOS:
Kami perlu kamar dua. Apa masih ada? Kami ini orang-orang hebat dari Timur Tengah. Aku Mantri, dia Raja minyak.

ONDOS:
Menteri dengan raja minyak? Wah, ini baru namanya tamu.
Tamu seperti ini pasti bawa dollar banyak.

JOS:
E botak, Mantri bukan Menteri!

ONDOS:
O…mantri, yang suka nyuntik itu ya?

JOS:
Iya! Emangnya kalo mantri kenapa? Kamu pandang enteng ya? Entar kamu kusuntik mati!

ONDOS:
Ah tidak, kukira saja menteri.

JOS:
Jadi kamu pandang enteng kalo aku mantri. Mantri itu kerja mulia. Sementara menteri banyak yang dibui karena korupsi.

ASER:
(BICARA DALAM AKSEN ORANG ARAB) Anna rasa ini orang fandeng enteng ke iwes. Kalo di Mesir bagus ia kita tangkap lalu dijadikan mumi. Dia ini tidak bagus. Tidak tahu kalau kamu seorang mantri bergaji dollar.

ONDOS:
Waduh, maaf kalau aku sudah salah mengira.

ASER:
Sudah. Sudah botak kamu jangan banyak ngomel lagi. Apa kamar masih ada?

ONDOS:
Kamar sudah penuh semua bos.

ASER:
Anna mampu bayar sefuluh kali lifat kalau masih ada.

JOS:
E dia ini banyak duit. Duitnya dollar samua. Kalau ada tamu orang miskin usir saja. Nanti dia bayar ongkos kamar sepuluh kali lipat. Kamu pasti dapat tip.

ONDOS:
Aduh. Sayangnya kamar sudah habis.

ASER:
Biar cuma satu kamar tidak mengafa. Yang fenting anna boleh luruskan tulang belakang. Ini tukang suntik saya tidak mengafa meski cuma tidur di lantai.

ONDOS:
Tapi kamar tidak ada lagi bos.

ASER:
Kalau begitu fenginapan ini anna mau beli tunai sefuluh kali lipat dari harga sebenarnya. Bagaimana? Ente juga anna kase fulus yang banya sebagai komisinya.

ONDOS:
Wah hebat sekali bos ini. Kalau bos jadi beli ini penginapan apa aku masih boleh kerja di sini ya bos?

ASER:
O, Tidak bisa! Orang botak tidak boleh kerja di usaha saya. Botak itu sial.

ONDOS:
(Marah)
E, bos, pergi sekarang dari sini, jangan sampai aku hajar kalian berdua.
Kalian sudah menghinaku.

ASER:
Ente ini orang femarah. Femarah itu sial, femarah itu susah dapa fulus.

ONDOS:
Sudah jangan banyak omel pergi jangan sampai aku gampar kalian.

(JOS DAN ASER KELUAR)

ONDOS:
(KE PENONTON)
Coba kalian pikir, mana bisa kepala botak dibilang pembawa sial.
Padahal tidak sedikit gadis mengatakan bahwa kepala botak itu seksi.

(MASO BOS ENGGO)

ENGGO:
Ndos, tadi ribut-ribut ada apa?

ONDOS:
Biasa bos. Ada tamu tanya kamar.

ENGGO:
Siapa mereka? Aku dengar seperti raja minyak.

ONDOS:
Iyo bos. Raja minyak dari Arab dengan mantrinya.

ENGGO:
Raja minyak dengan seorang menteri?

ONDOS:
Bukan menteri bos. Tapi mantri, tukang suntik.

ENGGO:
Jadi yang datang tadi seorang raja minyak dari Arab?

ONDOS:
Iya bos.

ENGGO:
Lalu apa kamu bilang sama mereka?

ONDOS:
Ya aku bilang kamar sudah habis, sudah penuh.

ENGGO:
Waduh. Kamu benar-benar botak sial.
Kenapa kamu bilang begitu?
Woi, raja minyak itu banyak duit. Banyak fulus.
Kenapa kamu tidak berikan kamar ke mereka?

ONDOS:
Kamar yang mana lagi bos. Samua kamar sudah penuh.
Bagaimana aku mau bilang masih ada kamar.

ENGGO:
Kamu memang bodoh. Kalau ada tamu kayak itu tanya kamar, berikan saja kamar pribadi aku. Aku sekarang butuh duit Ndos, mau bayar kredit mobil, bayar kredit rumah, bayar kredit koperasi, belum lagi ambilan di wartung-warung. Utangku sudah banyak Ndos. Harapan pemasukanku tinggal penginapan ini. Jangan bodohlah kamu. Kalau kamu kayak itu lagu, aku pecat kamu.

ONDOS:
Ya itulah jangan banyak ngutanglah bos. E…sorry bos.
Jadi kamar pribadi bos bisa disewakan bos?

ENGGO:
Di naskah kan sudah ditulis bisa disewakan. Kamu ini lambat mikir betul. Sudah betul si raja minyak bilang kamu botak sial.

(ENGGO KELUAR )
(MASUK MALAIKAT)

MALAIKAT:
Malam.

ONDOS:
Malam. kamu siapa?

MALAIKAT:
Aku malaikat!

ONDOS:
Kenapa malaikat kulitnya hitam?

MALAIKAT:
Kecemplung di drum aspal saat mendarat, jadi hangus.

ONDOS:
Waduh, luar biasa benar, dalam sejarah malaikat baru malaikat kamu yang sial. Mendarat di drum aspal mendidi.
Lantas, apa maksudnya datang ke mari?

MALAIKAT:
Mau pesan kamar untuk seorang raja.

ONDOS:
Raja? Jadi raja yang pesan kamar? Ah… kamu jangan berkelakar.

MALAEKAT:
Serius. Ini sangat serius. Aku harap segera disiapkan.

ONDOS:
Oke. Segera aku siapkan.

MALAEKAT:
Oke juga kalau begitu. Aku udah mau pergi terbang lagi.

ONDOS:
Wah sebentar malaikat, mana duit tip untuk aku?

MALAEKAT:
Waduh, ini korupsi terselubung. E…gundul kamu tahu, malaikat itu tidak bawa-bawa duit! Mengerti? Aku go.

(MALAEKAT KELUAR)
(BOS ENGGO MASUK)

ENGGO:
Ndos ada tamu ya?

ONDOS:
Ada bos. Ini kelas kakap bos. Seorang raja memesan kamar. Ini raja banyak sekali duit. Hutang-hutangnya bos akan segera lunas. Kredit-kredit akan lunas. Dia siap berapa pun harga sewa bos mau bilang asalkan dia boleh dapat kamar di sini.

ENGGO
Nah itu yang aku tunggu. Kamu memang botak mujur.

ONDOS:
Bos, itu sial sama mujur jangan disangkutpautkan dengan kondisi kapalaku bos.

ENGGO:
Itu karena akua senang Ondos. Santai saja Ndos, itu cuma kelakar.
Sekarang kamu persiapkan kamar pribadiku untuk sang raja menginap.
Kamu pergi kredit ac baru lalu dipasang, kredit lemari baru, sofa baru, cermin baru. Pokoknya semua fasilatas harus baru di kamar itu agar sang raja menginap dengan senang.

ONDOS:
Istri bos tidak diganti baru juga ya bos?

ENGGO:
Waduh kamu ini. Istriku itu perempuan paling cantik di kampung ini. Jadi aku tidak perlu lagi tengok sana tengok sini. Bedalah dengan suami yang lain, banyak yang masih suka tarik sana, tarik sini, akhirnya masuk polsek karena salah tarik istri orang. Tapi, kamu urus dulu apa yang kuperintah.

ONDOS:
Oke bos. Aku pergi dulu.

(ONDOS KELUAR)

ENGGO:
Wah, akhirnya kabar baik itu datang juga. Seorang raja akan tinggal di penginapanku.

(TAK BERAPA LAMA MASUK MARIA YANG SEDANG HAMIL DAN YUSUF SUAMINYA)

YUSUF:
Malam

ENGGO:
Malam, ada perlu apa ya?

YUSUF:
Perlu kamar Pak.

ENGGO:
Bapak ini siapa, kerja apa?

YUSUF:
Namaku Yusuf, kerja tukang.

ENGGO:
Bapak sama ibu ini asal dari mana?

YUSUF:
Kami berasal dari jauh, dari Nazaret.

ENGGO:
Maksud apa datang kemari?

YUSUF:
Istriku akan melahirkan. Jadi datang ke sini.

MARIA:
Papa, perutku sakit, rasa seperti mau kebelakang.

YUSUF:
Tahan sadikitlah Maria.

MARIA:
Susah tahannya papa. Cepatlah!

ENGGO:
Yusuf, kelihatan istrimu akan segera melahirkan.

MARIA:
Iya om. Cepatlah beri kami kamar. Sudah sakit sekali ini rasanya.

ENGGO:
Waduh. Minta maaf kamar samua sudah terisi. Jadi tidak ada tempat lagi di sini.

( MASUK ONDOS)

ONDOS:
Bos kamar sudah siap, tinggal menunggu ditempati.

MARIA:
Bilang tadi sudah tidak ada kamar. Nah itu ternyata masih ada.

ENGGO:
Waduh, bagaimana menjelaskannya ya…

MARIA:
Aduh…cape de…

ENGGO:
Ini kamar tinggal satu, itu pun tinggal kamar pribadiku. Kamar itu sudah dipesan seorang raja.

YUSUF:
Wah, tolong untuk kami saja Pak. Istri saya sudah tidak tahan lagi.

MARIA:
Aduh, sakit sekali.

ONDOS:
Bos kasihan sekali mereka berdua ini bos. Beri saja kamarnya bos.

ENGGO:
Waduh, ternyata kamu ini masih bodoh juga ya. Itu sudah dipesan raja. Kalau dikasi sama mereka, lantas raja datang gimana? Sudah pasang ac baru, springbed baru, lemari baru..sumua sudah baru, jadi harga kamar itu juga sudah mahal. Mana tukang kayu mampu bayar sewa kamar itu? Pake otak kamu.

YUSUF:
Kalau begitu pinjamkan kami ruangan apalah, yang penting bisa jadi tempat istriku melahirkan.

ENGGO:
Memang masih ada tampat , tapi agak kotor, bekas kandang babi banpres di balakang. Suka kalian menempati kandang itu?

MARIA:
Iya saya Yusuf, yang penting aku punya tempat melahirkan.

YUSUF:
Iya Pak. Kami berdua akan ke sana.

(YUSUF MARIA KELUAR)

ONDOS:
Tega amat kamu bos. Manusia mau melahirkan kenapa ditempatkan di bekas kandang babi.

ENGGO:
Sudah begitu bisnis Ndos. Ada duit ada kamar. Tidak ada duit ya syukur dapat kandang babi.

ONDOS:
Bisa kena kutuk bos nantinya. Otak cuma diisi duit, tidak tahu berbelaskasihan kepada orang lain.

(MASUK MALAEKAT MAUT)

ELMAUT:
Malam bos.

ENGGO:
Malam. Siapa kamu. Kenapa pake jubah hitam?

ELMAUT:
Aku malaikat maut.

ONDOS:
Apa aku bilang. Baru kelar aku bilang malaikat maut sudah datang..
Habis kamu bos.
Malaikat maut, bukang aku kan yang mau kau jemput?

ELMAUT:
Aku tidak suka jemput orang botak kayak kamu. Cepat pergi dari sini.

(ONDOS KELUAR)

ENGGO:
Jadi maksudnya malaikat maut mau jemput aku?

ELMAUT:
Ya iyalah.

ENGGO:
Apa salahku?

ELMAUT:
Kamu kikir, otak melulu duit, tidak tahu kasih..
Yesus mau datang di rumahmu, tapi kamu oper ke kandang babi
Karena upah dosa adalah maut, maka saya datang menjemput engkau!

LAMPU PADAM
TERDENGAR SUARA TERIAKAN ENGGO YANG MENYAYAT.

T a m a t

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed