oleh

Ketua KPU RI Nyatakan Tetap Tolak Mantan Koruptor

Manado, Barta1.com — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman menolak mantan narapidana koruptor untuk mencalonkan diri dalam agenda suksesi politik. Arief juga menolak mantan narapidana beberapa kasus yang dianggap krusial.

“Terkait bisa atau tidaknya para politisi yang sudah terlibat kasus korupsi, narkotika dan pelecehan terhadap anak di bawah umur untuk kembali lagi mencalonkan diri, dari KPU itu sendiri menolak terkait adanya politisi yang sudah terpidana untuk mencalonkan diri kembali,” jelas Arief di depan mahasiswa saat seminar nasional bertajuk “Konsilidasi Demokrasi Menuju Pilkada 2020″ berlangsung di gedung Rektorat Universitas Sam Ratulangi Manado, Jumat (13/09/2019). Kegiatan itu diprakarsai Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol).

Menurutnya, KPU telah mengajukan beberapa catatan kepada pengadilan terkait politisi yang sudah tersandung kasus untuk tidak bisa dicalonkan kembali. Tetapi pengajuan tersebut ditolak dengan alasan setiap rakyat punya opsi untuk menentukan atau memilih layak-tidaknya calon yang pernah terdandung kasus.

“Nyatanya ada politisi yang sudah tersangkut kasus saat mencolonkan diri jadi kembali dan tertangkap lagi dengan kasus yang sama,” kata Arief.

Sejatinya Arief berharap mereka yang mencalonkan diri merupakan orang-orang yang tidak pernah tersandung kasus, saat masyarakat menentukan pilihannya sendiri. Untuk Pilkada serentak tahun depan, dia akan kembali mengajukan permohonan terkait pelarangan setiap politisi yang sudah pernah terpidana untuk tidak dicalonkan kembali.

“Berikan orang-orang bersih untuk bersaing dalam pemilu,” ujar Arief semabari menyampaikan bahwa mahasiswa mempunyai peran penting dalam Pemilu.

Supriyadi Pangellu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut, pada kesempatan itu menyentil soal aparatur sipil negara yang perlu bertindak profesional dan independen saat Pemilu berlangsung. Dia menyatakan ASN bisa menghadapi tindakan tegas kalau kedapatan ikut mendukung calon baik secara langsung di lapangan, maupun lewat media sosial. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed