oleh

4 Alasan Sulut United Wajib Menang Lawan Persatu Tuban

Manado, Barta1.com – Hanya membutuhkan waktu empat hari untuk pemulihan fisik pemain, tim Sulut United sudah harus kembali bertarung di laga kandang. Lawan kali ini adalah curi kunci klasemen sementara Liga 2 Grup Timur, Persatu Tuban.

Pada putaran pertama di Tuban, anak asuh Herry Kiswanto berhasil meraih satu poin setelah bermain seri 1-1. Tentu laga putaran kedua di markas Sulut United, Rabu (28/8/2019) pukul 15.30 WITA, Stadion Klabat Manado, poin penuh wajib dipersembahkan Eksel Runtukahu dan kawan-kawan untuk tetap menjaga asa di kompetisi Liga 2.

Selang dua hari latihan dan mulai bergabungnya pemain-pemain baru yang dibeli manajemen, Herkis terlihat sangat optimis meraih tiga poin. “Iya tidak boleh tidak harus menang. Posisi kita belum aman. Dan semua tim pasti membutuhkan kemenangan,” ujarnya.

Persatu Tuban pun ingin bangkit dari keterburukan sehingga laga tandang pertama ini mereka ingin meraih hasil positif. “Semua pemain sudah siap, termasuk beberapa pemain baru dibeli. Saya yakin laga besok pasti seru,” kata pelatih Persatu Tuban, Bambang Sumantri saat konferensi pers, di Stadion Klabat Manado, Selasa (27/8/2019).

Namun ada empat alasan kenapa Sulut United membutuhkan kemenangan kandang lawan Persatu Tuban?

Pertama, Menjauh Dari Jurang Degradasi

Lupakan dulu target masuk 8 besar sebagaimana digaungkan Presiden Klub, Bima Sinung. Atau sesumbar Herry Kiswanto yang punya keyakinan Sulut United masuk empat besar Grup Timur. Faktanya, enam pertandingan tanpa kemenangan adalah hasil buruk yang harus segera diperbaiki dan bangkit lagi.

Jurang degradasi lebih dekat jika Sulut United hanya bermain seri dengan tamunya Persatu Tuban. Dari 11 pertandingan hanya 3 kali menang, 4 seri dan 3 kalah. Poin saat ini baru 13, dan tertahan di peringkat 7. Jika menang besok sore praktis ketambahan tiga poin menjadi 16. Artinya, tidak ada alasan lain selain menang. Plus dua laga kandang sisa juga disapu bersih, kemudian mencuri poin di enam laga tandang. “Anak-anak sudah siap tempur meraih tiga poin,” tutur Herkis lagi.

Kedua, Pembuktian Tujuh Pemain Baru

Tujuh pemain sudah masuk bergabung di Sulut United. Adalah Inoc Bidana (Liga 2 Timor Leste), Yudi Choerudin (PSS Sleman), Busari (non klub) yang lebih dulu masuk. Lalu menyusul Rudyana (mantan PSIM), Seprian Rixi Lasut (PSBS Biak), Bijahil Chalwa (Persik Kediri) dan terakhir Haris Hardiansyah (eks Martapura FC).

Laga besok sore akan jadi ajang pembuktian kualitas mereka apakah layak dibeli manajemen, ataukah transfer tak menguntungkan. Sejauh ini baru tiga pemain yang diturunkan saat menjamu Madura FC. Hasilnya? Yudi Choerudin dan Rudyana yang terlihat lumayan baik, sementara Busari yang dipasang sebagai playmaker tampil melempem. Inoc sendiri belum bisa diturunkan karena terganjal internasional transfer certificat (ITC) yang belum juga turun.

Dari pantauan latihan dua hari terakhir, Yudi dan Rudyana dan Haris diproyeksikan akan tampil melawan Persatu dalam skema 3-4-3. Yudi akan galang kekuatan lini belakang bersama Haris jika duet Dion-Adi Parwa cedera atau sakit. Pun Rudyana akan dipasangkan dengan Eksel Runtukahu di lini depan mengingat Martinus belum pulih total dari cedera. Atau bisa saja, Bijahil dimainkan sebagai cadangan.

Ketiga, Nasib Herry Kiswanto

Usai ditahan seri Madura FC, nada sumbang pergantian pelatih Herry Kiswanto terus bergema. “Pemain sudah berjuang mati-matian di lapangan. Tapi pola dan strategi pelatih yang belum memberikan hasil. Manajemen perlu mengevaluasi pelatih,” ujar suporter Brigata The Man.

Herkis pun mengakui sah-sah saja jika kritik melempemnya tim dialamatkan kepada dirinya. “Ya bagus lah kalau ada suara seperti itu. Pertanda suporter sayang kepada saya dan tim,” katanya saat konferensi pers usai laga Sulut United vs Madura FC, Jumat (23/8/2019).

Tapi ingat kata dia, bukan suporter yang mengangkat dirinya sebagai pelatih namun manajemen. “Jadi tergantung manajemen,” bebernya.

Herkis terbilang pelatih kawakan. Beberapa tim kecil yang dilatihnya berhasil tampil luar biasa meski tanpa pemain bintang. Contohnya, PSS Sleman yang kini berada di level Liga 1 Indonesia.

Keempat, Rebut Simpati Suporter

Kemenangan atas Persatu Tuban diharapkan akan memompa semangat dan simpati suporter untuk kembali mendukung Sulut United. Dari lima partai kandang terjadi penurunan angka penonton di Stadion Klabat Manado. Bayangkan saja dari jumlah 6000 penonton, turun hingga laga lawan Madura FC tinggal berjumlah 1400 orang, padahal harga tiket beli 1 gratis 1.

“Performa tim harus ditingkatkan. Tiket sudah diturunkan sekarang bagaimana tim harus meraih kemenangan sehingga penonton kembali bergairah ke stadion,” sentil Stenly Mandas, pemerhati sepakbola Manado.

Peliput: Agustinus Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed