oleh

Cerita Perjuangan Paskibraka yang Ikat Bendera Saat Sarung Tangan Terlepas

Bitung, Barta1.com – Banyak kisah unik di Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 yang diperingati seluruh rakyat Indonesia, Sabtu (17/8/2019) kemarin.

Satu diantaranya diceritakan anggota Paskibraka Kota Bitung, Joy Kamagi (17). Siswa SMA Negeri 3 Bitung, didampingi dua temannya, Ichiro Kullit (17) SMK Negeri 1 Bitung dan Reyhan Masambe (17) SMA Kristen Tumou Tou Girian Bitung yang bertugas pada upacara detik-detik Kemerdekaan RI ke 74 di Lapangan Kantor Walikota Bitung.

“Selama bertugas kami tetap percaya diri. Saling membantu dan mendukung satu dengan yang lainnya. Dan memberikan aba-aba yang sering kita suarakan ketika akan melangkah disertai pembentangan dan menaikkan bendera,” ujar Joy.

Ia mengatakan ada masalah yang terjadi ketika kaus tangannya terlepas saat mengikat bendera. “Melihat itu kami mencoba memberikan aba-aba untuk memperbaikinya. Kami terus berjalan saja meski tanpa kaus tangan hingga bendera dibentang,” ujarnya.

Ketika menarik bendera merah putih dan terbuka dengan baik, baru hati merasa lega. “Puji Tuhan tugas negara ini bejalan dengan baik,” kata Joy diamini Ichiro dan Reyhan.

Reyhan Masambe menambahkan perjuangan latihan selama beberapa bulan ini membuahkan hasil yang luar biasa. “Iya harus diakui porsi latihan kami lebih berat dari pada kawan-kawan paskibraka lainnya. Dan setiap latihan kami sering paling akhir yang harus pulang. Bentuk latihan keras. Disiplin, membentuk karakter dan kepemimpinan yang baik akan menciptakan hasil yang luar biasa,” tambahnya.

Ketiganya beriktiar usai lulus SMA dan SMK kelak akan melanjutkan impian mereka masuk TNI.

Peliput: Meikel Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed