oleh

Politeknik Manado Peringkat 11 Perguruan Tinggi Vokasi di Indonesia

Manado, Barta1.com – Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) RI kembali mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2019 di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, pada Jumat (16/8).

Khusus Sulawesi Utara, hanya dua perguruan tinggi yang masuk 100 besar dalam klasterisasi. Politeknik Negeri Manado, dan Universitas Sam Ratulangi Manado. Sedangkan Univeritas Negeri Manado (Unima) di Tondano tidak masuk.

“Politeknik Manado yang terletak di Ibukota Provinsi Sulawesi Utara menempati urutan 11 untuk kategori perguruan tinggi vokasi, urutan klaster dimulai pada klaster 2,” papar Direktur Politeknik Negeri Manado, Ir. Ever N Slat MT saat menyampaikan amanat pada upacara bendera memperingati HUT RI ke 74.

Ia mengatakan klaterisasi tersebut bertujuan untuk memetakan perguruan tinggi Indonesia yang berada di bawah Naungan Kemristekdikti. Hal itu agar penyusunan kebijakan dan pembinaan perguruan tinggi Indonesia lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan perguruan tinggi.

Hal tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan capaian/skor tertinggi yang diperoleh oleh perguruan tinggi vokasi. Sehingga untuk kategori perguruan tinggi vokasi dengan jumlah 1.128 perguruan tinggi diperoleh 4 (empat) klaster perguruan tinggi Indonesia dengan komposisi: Klaster 2 berjumlah 5 perguruan tinggi; Klaster 3 berjumlah 62 perguruan tinggi, Klaster 4 berjumlah 545 perguruan tinggi, dan Klaster 5 berjumlah 516 perguruan tinggi.

Berikut adalah lima puluh perguruan tinggi vokasi dengan ranking tertinggi di Indonesia pada 2019:

  1. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (skor 2.276 – klaster 2)
  2. Politeknik Negeri Bandung (skor 2.037 – klaster 2)
  3. Politeknik Negeri Malang (skor 1.867 – klaster 2)
  4. Politeknik Negeri Semarang (skor 1.756 – klaster 2)
  5. Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (skor 1,720 – klaster 2)
  6. Politeknik Negeri Ujung Pandang (skor 1.587 – klaster 3)
  7. Politeknik Negeri Jakarta (skor 1.582 – klaster 3)
  8. Politeknik Negeri Padang (skor 1.582 – klaster 3)
  9. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (skor 1.565 – klaster 3)
  10. Politeknik Negeri Bali (skor 1.498 – klaster 3)
  11. Politeknik Negeri Manado (klaster 3)
  12. Politeknik Negeri Sriwijaya (klaster 3)
  13. Politeknik Caltex (klaster 3)
  14. Politeknik Negeri Medan (klaster 3)
  15. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (klaster 3)
  16. Politeknik Negeri Lampung (klaster 3)
  17. Politeknik Indonusa Surakarta (klaster 3)
  18. Politeknik Negeri Lhokseumawe (klaster 3)
  19. Akademi Akuntansi YKPN (klaster 3)
  20. Politeknik Negeri Madiun (klaster 3)
  21. Politeknik Negeri Banjarmasin (klaster 3)
  22. Politeknik Pertanian Negeri Kupang (klaster 3)
  23. Politeknik Negeri Bengkalis (klaster 3)
  24. Politeknik Negeri Jember (klaster 3)
  25. Politeknik Negeri Balikpapan (klaster 3)
  26. Politeknik Negeri Batam (klaster 3)
  27. Akademi Farmasi Yayasan Tenaga Pembangunan Arjuna Laguboti (klaster 3)
  28. Politeknik Negeri Pontianak (klaster 3)
  29. Politeknik Harapan Bersama (klaster 3)
  30. Politeknik Manufaktur Astra (klaster 3)
  31. Politeknik Manufaktur Ceper (klaster 3)
  32. Akademi Keperawatan Pamenang (klaster 3)
  33. Akademi Teknik YKPN (klaster 3)
  34. Politeknik Negeri Ambon (klaster 3)
  35. Akademi Kebidanan Ummi Khasanah (klaster 3)
  36. Politeknik Negeri Samarinda (klaster 3)
  37. Politeknik ATMI (klaster 3)
  38. Akademi Kebidanan Yapma Makassar (klaster 3)
  39. Politeknik Ubaya (klaster 3)
  40. Akademi Peternakan Karanganyar (klaster 3)
  41. Akademi Teknik Soroako (klaster 3)
  42. Politeknik Manufaktur Bandung (klaster 3)
  43. Politeknik TEDC (klaster 3)
  44. Politeknik Katolik Mangunwijaya (klaster 3)
  45. Politeknik Pratama Mulia (klaster 3)
  46. Akademi Kesehatan Karya Husada Yogyakarta (klaster 3)
  47. Akademi Kebidanan Pelamonia Kesdam VII Wirabuana (klaster 3)
  48. AMIK Jakarta Teknologi Cipta (klaster 3)
  49. Akademi Keperawatan Panti Kosala (klaster 3)
  50. Politeknik Mekatronika Sanata Dharma (klaster 3)

Klasterisasi ini dilakukan untuk memetakan perguruan tinggi Indonesia yang berada di bawah naungan Kemenristekdikti guna meningkatkan kualitas perguruan tinggi sekaligus menjadi dasar bagi Kemenristekdikti untuk memberikan kebijakan sesuai kapasitas setiap klaster perguruan tinggi tersebut.

“Tujuan kami ingin mendorong perguruan tinggi Indonesia semakin maju dan masuk ke kelas dunia. Dorongan ini menjadi sangat penting. Kalau kita sudah sampaikan ini, kita bisa lakukan pemetaan. Tujuannya pemetaan perguruan tinggi Kemenristekdikti bagaimana membuat kebijakan masing-masing yang ada di perguruan tinggi nanti, supaya nanti ke depan kita bisa mewujudkan perguruan tinggi berkualitas,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir yang mengumumkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia 2019 sekaligus meluncurkan Buku Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

Dalam rangka mengapresiasi beberapa perguruan tinggi dengan ranking tertinggi, Kemenristekdikti saat ini mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memberikan ‘endowment fund’ atau dana abadi untuk dialokasikan bagi riset di perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

“Kami ingin ajukan skema, siapa yang bisa masuk itu akan ada ‘endowment fund’ yang kami bangun, kami ajukan ke Presiden, saya mohon 10 triliun Rupiah untuk awal, supaya nanti kita bisa kembangkan untuk riset di perguruan tinggi tersebut, tapi bagaimana mekanismenya nanti kami akan atur. Ini bagaimana kita dorong perguruan tinggi kita bersaing lebih baik,” ungkap Menristekdikti.

Pada kesempatan ini, Menristekdikti menegaskan kembali tidak ada dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), yang terpenting adalah kualitasnya. Menteri Nasir mengapresiasi beberapa PTS yang mampu bersaing dengan PTN dan berada pada klaster 2.

Peliput : Agustinus Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed