oleh

Goresan Puisi Fredrik Tangkau Merenungi Kemerdekaan

Kemerdekaan tak hanya boleh dirayakan, tapi juga patut direnungi. Legislator Manado Fredrik Tangkau salah satu yang merenungkan makna kemerdekaan, kemudian menuangkan dalam goresan puisi. Apa yang diciptakannya itu, menurut politisi Nasional Demokrat itu adalah sebuah proses kontemplasi untuk Tanah Air. Berikut puisinya.

“Biografi Tanah Moyang”

Di tanah air subur inilah Kita menyambung
garisgaris peta manusia dan kebaikannya
memaknai waktu dan saman
bangkit kembali menegak merayakan hidup
karena antara masa lalu, masa kini, masa depan
ada garis elok mesti ditaut
jadi kekuatan bersatu bangkit melangkah

dalam imaji nyiur melambai memanggil
Kita akan menyusuri apa yang kita miliki
tanahtanah ke atas seakan
seluruh keringat bisa tumbuh

dan para pendahulu mewariskan negara
mereka bangun dengan jerih lelah dan darah

Lalu, di atas masa kini yang ramai ini
ada mesti kita benah dalam kisah menjaga tanah air kian lama kian rentah, kian luka, kian terjarah
oleh nafsu kita yang alpa

bukankah kita hidup untuk menghidupkan yang lainnya
di masa inilah seseorang akan melarung perahunya
para petani pergi ke ladang dan sawahnya
menanam memanen
semua harapan terkurnia dalam alam

kotakota akan tumbuh merajut kisah niaga yang maju dalam semangat rakyat bersatu
meraih damai disetiap tetes peluh

lalu, kita melangkah ke masa depan dalam hutan terjaga hijaunya dalam laut terawat nyawanya karena kita mencintai tanah air ini dalam hidup atau mati

bungabunga akar keluar
menghamburkan wangi ke garisgaris masa
burungburung serentak beterbangan mengikuti garuda mengabar kegembiraan dalam satu kata
kata merdeka lebih nyata

di tanah air inilah akan kita raih masa depan itu
laksana burungburung hidup
mendapati rumahnya kembali
membawa kita terbang
ke citacita lebih tinggi

saatnya kita tuliskan dongengdongeng kita sendiri
tentang masa depan yang tahu
dimana letak pagi lebih bercahaya
kita semua akan memandang
bendera dikibar deru angin
di tiangtiang kapal, di tiangtiang masa
dalam kisah rayanya Indonesia terus tumbuh di liang hati

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed