oleh

Liga 2: Sulut United Merugi di Laga Kandang

Manado, Barta1.com – Putaran pertama Liga 2 Indonesia akan segera berakhir. Praktis tinggal dua laga yakni derby Mataram: Persis Solo lawan PSIM Yogyakarta, Jumat (16/8/2019) hari ini dan satu partai tunda antara Mitra Kukar vs Madura FC, Senin (19/8/2019).

Bogor FC (BFC) Sulut United pun telah tuntas menjalani 10 laga. Seharusnya melakoni lima laga kandang namun hanya empat bermain di Stadion Klabat, sedangkan satu partai di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali.

Evaluasi manajemen secara finansial terjadi kerugian yang cukup besar. “Satu partai kandang setidaknya menyiapkan anggaran Rp100 juta. Sementara empat partai kandang di Stadion Klabat penonton terus mengalami penurunan,” ujar Sekretaris Tim Sulut United, Mohamad Ali Ridho, beberapa waktu lalu.

Meski begitu, Ridho mengaku akan berbenah dan mencari format untuk mengairahkan penonton kembali ke Stadion Klabat Manado lebih banyak. “Ya kita memang belum lama bertaruh di Liga 2, masih cukup banyak kekurangan. Kami akan membenahi di putaran 2,” katanya.

Progam yang akan dilakukan di putaran kedua diantaranya akan memaksimalkan penjualan marchandise atau atribut-atribut Sulut United seperti kous, syal dan lain-lain. “Mengurus sebuah tim berlaga di sepakbola profesional memang membutuhkan dana besar. Termasuk pembelian pemain nanti,” beber Ridho.

Kalau dukungan suporter di stadion bagus tentu akan membantu finansial tim untuk membeli pemain-pemain berkualitas. “Meski kita mengalami kerugian empat partai kandang, pembelian pemain di putaran kedua tetap dilakukan. Ada beberapa pemain telah dibidik manajemen. Jendela transfer akan dibuka 27 Agustus 2019 tentu akan dimaksimalkan dengan baik,” ucapnya.

Siapa pemain yang akan dibeli, lanjut dia, masih akan dibicarakan dengan pelatih. “Yang pasti kita akan berbenah menghadapi putaran dua,” pungkasnya.

Peliput : Agustinus Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed