oleh

Abaca Berpeluang jadi Bahan Baku Uang Kertas Indonesia

Talaud, Barta1.com — Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis, memiliki tanaman yang beraneka ragam. Salah satunya adalah tanaman pisang yang berbagai jenis yang sulit dan hampir tidak dapat tumbuh di negara lain. Hal ini terangkan oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara Arbonas Hutabarat, saat peresmian sekaligus penyerahan plakat bantuan pada kelompok tani dan pengrajin serat Pisang Abaca di Desa Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Di seluruh Indonesia, ada satu jenis tanaman pisang yang unik dan hanya tumbuh di Sulawesi Utara, khususnya di daerah kepulauan seperti Talaud dan Sangihe. Jenis tanaman pisang ini adalah Pisang Abaca yang jenis dan kwalitasnya tidak ada di daerah lain,” ujar Hutabarat dalam diskusi singkat bersama Plh Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud dan didamping oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (07/08/2019)

Pisang Abaca berpotensi menjadi komoditi ekspor ke berbagai negara khususnya Amerika Serikat, mengingat sebagai bahan baku mata uang US Dolar. Tak hanya itu, pisang abaca bisa menjadi bahan baku mata uang Rupiah.

“Bank Indonesia pernah meneliti bagaimana kalau uang rupiah kita ini diganti. Selama ini bahan mata uang rupiah dari Prancis. Kalau suatu hari sudah selesai penelitiannya tentang ini, maka abaca ini bisa menjadi bahan baku mata uang rupiah,” jelas Hutabarat.

Keunikan pisang ini adalah seratnya yang sangat kuat dan berkwalitas sehingga dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi berbagai kerajinan seperti tali tambang kapal, bahan baku pembuatan pakaian dan bahkan bahan baku mata uang.

Lanjutnya, Bank Indonesia melihat potensi yang sangat besar dan tinggi dari pisang abaca ini. Data yang diperoleh Bank Indonesia Setidaknya terdapat sekitar 150 hektar lahan pisang abaca yang tersebar di kepulauan Talaud. Apabilah dibina dan dikembangkan, Abaca dapat mendorong peningkatan kapasitas ekonomi di daerah, termasuk berkontribusi terhadap pengurangan devisit transaksi berjalan. (*)

Peliput : Evan Taarae

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed