oleh

Cerita Mantan Bupati Sitaro 2 Periode Raih Gelar Doktor

Manado, Barta1.com – Tak banyak mantan kepala daerah melanjutkan studinya apalagi hingga jenjang doktoral. Satu diantaranya, mantan Bupati Sitaro dua periode, Toni Supit.

Dengan mengambil judul disertasi: Keterampilan Kepemimpinan Kepala Daerah dan Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Masyarakat di Bidang Kesehatan dan Pendidikan Pada Kabupaten Kepulauan di Sulawesi, akhirnya Tonsu, sapaan akrabnya, menerima gelar doktor (S3) Program Studi Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado, Selasa (23/07/19) di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Unsrat Mando.

Ia, menjelaskan dalam kompetensi utama adalah mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu ekonomi makro dan mikro dan mengembangkan teori ekonomi dan metode empiris dengan pengembangan inter atau multidisipliner untuk memecahkan masalah sosial ekonomi, melalui riset disertasinya tersebut.

“Berdasarkan disertasi inilah, bahwa masyarakat di kepulauan mampu mengembangkan pengetahuan bidang ekonomi dan peminatan tertentu. Semua itu saya harus lalui dengan kajian ilmiah yang kritis, akurat, dan teruji berbasis IPTEK,” katanya.
Dalam proses meraih gelar doktor, lanjut Tonsu, dirinya tak menampik ada kendala dihadapinya. “Kendala utama untuk pendidikan S3, harus memahami teori. Sulit untuk mendapatkan kebaruan (novelty). Novelty ini adalah hak yang harus ditemukan oleh setiap doktor, atau dengan kata lain novelty yang ditemukan itu adalah hak paten seorang doktor yang menemukannya,” ucap Ketua DPC PDIP Sitaro ini.

“Dan saya sampai di tempat ini. Semua berkat dukungan dan doa warga masyarakat Nusa Utara. Saya persembahkan gelar ini untuk kalian,” ungkap suami dari Bupati Sitaro, Eva Sasingen.

Kelulusan Toni Supit, dipromotori Prof Dr Ir Ellen J Kumaat MSc DEA dan Prof Dr Ir Grevo S Gerung SE Mcom, sebagai dosen penguji sekaligus selaku Ketua dan Sekretaris Sidang Ujian/Penguji.

Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga Sitaro, Harold Kalangit, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Toni Supit.

“Pak Toni Supit merupakan mahasiswa program doktor Ilmu Manajemen tahun 2011 yang berarti sejak periode pertama beliau sebagai bupati,” katanya.

Dia mengkisahkan, di tengah kesibukan sebagai bupati beliau masih menyempatkan diri untuk terus menimba ilmu dan melewati setiap proses untuk mendapatkan gelar doktor dengan tahapan demi tahapan. “Hal ini dapat dilihat dari waktu beliau mendapat gelar Master Management (S2). Tentunya bagi kita orang awam, bahwa seorang bupati jika mengambil studi akan di permudah, tetapi tidak untuk beliau. Beliau tidak menggunakan jabatan dan kedudukan untuk mendapatkan kemudahan yang seperti kita bayangkan. Bahkan ada salah satu tahapan yang harus beliau ulangi karena tidak memenuhi target yang ditetapkan,” ujar Harold.

Penulis : Albert P Nalang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed