oleh

SPPUI: Perlakukan Penumpang Pesawat Udara Sebagai Mitra Bukan Ancaman

Jakarta, Barta1.com – Heboh pelaporan pidana kepada penumpang pesawat Garuda Indonesia (GIA) yang mengunggah video menu tulis tangan di youtube, menjadi catatan penting pola relasi pelaku usaha ke penumpang.

“Penumpang pesawat udara bukan ancaman pelaku usaha, tapi relasi mutualistik,” ujar Surya Dalimunthe, Chairul Munadi, Didi Koleangan didampingi Muhammad Joni, para inisiator Serikat Penumpang Pesawat Udara Indonesia (SPPUI), Jumat (19/7/2019).

“Walau belum setara, posisi penting penumpang dengan pelaku usaha penerbangan itu dalam relasi kemitraan. Justru intensitas kemesraannya musti terus ditingkatkan dengan menaikkan standar pelayanan dan kepuasan pelanggan,” sambung Muhammad Joni.

Mengapa? “Sebab standar pelayanan tidak stagnan, terus menanjak baik. Investasi kepada kepuasan pelanggan di era revolusi industri 4.0 memang mahal namun perlu direspon segera dan ‘revolusioner’ pula,” lanjut Surya, Chairul, Didi dan Joni, yang berasal dari kota berbeda yang menginisiasi SPPUI di awal tahun 2019.

Menurut SPPUI, kasus ini bagaikan alarm bersuara nyaring mewakili suara konsumen di tengah zaman yang berubah. Jangan lawan revolusi industri 4.0 dengan kekuasaan represif.

Lagi pula, suara konsumen itu mesti disikapi sebagai bonus berharga dan asupan menyehatkan pelaku usaha angkutan udara sipil yang tidak bisa lepas dari kepuasan pelanggan.

Menurut SPPUI, penumpang pesawat sipil berkepentingan atas pelaku usaha nasional milik negeri yang terus berubah menjadi maskapai terbaik di dunia.

Didi Koleangan yang acap terbang dari Manado kota asalnya melanjutkan, terbaik melayani dan meningkatkan indeks kepuasan penumpang itu adalah bisnis maskapai penerbangan sipil.

“Sebab itu jangan dan tidak elok lapor pidanakan konsumen. Justru hak bersuara konsumen itu bak “bisikan mesra” yang mesti direspon mesra yang “revolusioner” pelaku usaha, sekaligus membuktikan ketangguhan adaptif pelaku usaha penerbangan pada zaman yang berubah,” katanya.

Penulis : Agustinus Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed