oleh

Pedagang Mengeluh, Hengky Kawalo Desak PD Pasar Tanggungjawab

Manado, Barta1.com – Aksi pengusuran lapak para pedagang pekan lalu oleh Satuan Polisi Pamong Praja Manado, berbuntut panjang.

Bakhir Arsyad (65), pedagang pasar kambing di Pasar Bersehati Manado mendatangi Kantor PD Pasar yang beralamat di Pasar Paal 2. Dirinya mempertanyakan lahan baru. Tetapi jawaban yang terima Bakhir mengecewakan.

“Direktur PD Pasar, Pak Stanly Suwuh mengatakan lebih baik dibongkar dulu atau dikosongkan. Hewan yang ada untuk sementara di kandangkan di rumah. Jika tidak dibongkar, maka PD pasar tidak bertanggung jawab jika Pol PP yang turun tangan melakukan pembongkaran,” katanya, Rabu (17/7/2019)

Perlakukan ini dinilai tak adil. “Kami setiap hari tanpa mengenal hari libur selalu membayar bea Rp25.000,” kata Bakhir yang tinggal di Kelurahan Teling.

Senada disampaikan, Farida Djafar (36). “Selaku pedagang, kami sangat kecewa dengan PD Pasar. Mereka seolah-olahcuci tangan. Setiap hari saya harus membayar bea Rp 60.000 ditambah listrik dan air. Jika dikalikan selama 730 hari, sejak 2 tahun berjualan, itu artinya PAD dari PD Pasar mencapai Rp43 juta. Itu hanya satu orang saja,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Harun Gani (61) menambahkan. Dari PD Pasar tidak pernah koordinasi untuk memberitahukan akan ada pembongkaran. “Kami heran, yang memberitahukan kepada kami dari pihak Kelurahan Calaca. Inikan aneh, yang menagih bea PD Pasar. Sekarang kami mau berjualan dimana, anak dan istri kami mau makan apa? Jika tidak disediakan lahan yang ada untuk kami berjualan,” bebernya.

Anggota DPRD Kota Manado, Hengky Kawalo, angkat suara mendengar keluhan para pedagang terkait adanya lahan baru yang disediakan PD Pasar kepada pedagang hewan hidup (pasar kambing) setelah pembongkaran waktu lalu.

Ia mengatakan, dari segi birokrasi, DPRD Kota Manado akan menegaskan dalam hal ini kepada PD Pasar untuk menyediakan lahan (lapak) yang baru bagi pedagang. “Jangan terkesan habis manis sepah di buang,” ungkap ayah dari Josua Kawalo.

Kawalo yang juga Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Manado menjelaskan PD Pasar harus tanggungjawab lokasi jualan para pedagang. “Karena selama ini para pedagang nyaman dalam segala hal. Baik kewajiban mereka sudah laksanakan. Mulai dari bayar retribusi, listrik, air dan parkiran masuk. Nah, mereka tinggal menuntut haknya,” katanya.

Tapi sampai sekarang mana, apakah pihak PD Pasar mau menafkahi istri dan anak-anak mereka? “Ini harus dipikirkan,” terang mantan pemain Persma Manado.

Peliput : Albert P Nalang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed