oleh

Launching BFC Sulut United dan Nasib Tiga Lokal

Coach Stenly Mandas bingung. Berkali-kali dia menanyakan kepada seorang perwakilan konsorsium Bogor FC yang mendatanginya di Kantor Dinas Pemuda Olahraga Manado, kala itu.

“Orang itu datang dan katakan. Apakah Stadion Klabat layak untuk jadi home base klub Liga 2 Indonesia? Saya katakan fasilitas semuanya ada. Hanya perlu renovasi. Tapi saya masih bingung, siapa orang itu dan apa benar ada tim Liga 2 yang akan bermarkas di Stadion Klabat,” ujar Stenly, saat seleksi pemain lokal Sulut di Lapangan Lantamal VIII Manado, beberapa waktu lalu.

Kenyakinan itu muncul, ketika sore harinya, perwakilan PSSI datang meninjau kelayakan Stadion Klabat Manado. “Saya kemudian benar-benar percaya saat stadion kebanggaan orang Manado ini didatangi pihak PSSI. Itu baru saya percaya hingga seleksi pemain lokal yang diberi tugas kepada saya, Rocky Jacob dan Alen Mandey. Pun gerak cepat pembenahan berbagai fasilitas stadion,” tuturnya penuh gembira.

Dan kini, publik pencinta sepak bola Sulawesi Utara, tiba-tiba sedang merasakan euforia ‘lahirnya’ sebuah tim kebanggaan bernama Sulut United. Itu setelah manajemen klub Bogor FC dikabarkan ‘melarikan diri’ dan tak bisa mengurus tim yang diarsiteki Herry Kiswanto dan Leo Akira Soputan. Lalu berangsur berdatangan ke Manado memulai latihan dan bergabung dengan sejumlah pilar lokal Sulut yang lolos seleksi.

Kendati masih banyak pertanyaan kunci yang masih perlu dijawab, semisal siapa sesungguhnya pihak di balik datangnya Bogor FC, lalu bagaimana pengaturan manajemen dan lain-lain, seolah-olah kita ketiban rezeki. Mengingat klub lain harus bersusah payah bertarung dari level paling rendah, merangkak hingga Liga 2 bahkan Liga 1. Tak mudah meraih itu, bahkan ada klub bertahun-tahun menyiapkan diri baru bisa tembus. Sementara kita, dengan enaknya sudah berada di kasta kedua sepak bola Indonesia. Belum lagi, fasilitas latihan yang di bawah standar profesional. Herkis dan tim datang dan pergi latihan mengunakan mikrolet, yang layaknya sebuah tim profesional menumpang bus.

Ya, simpan dulu rapat-rapat pertanyaan itu, sembari terus berbenah dan mempersiapkan launching tim. Laga perdana Eksel Runtukahu Cs kalah 0-1 dari tuan rumah Madura FC. Namun masyarakat terus bersimpati dan siap menyemarakkan launching.

Awalnya dijawalkan Sabtu, 29 Juni 2019, namun oleh pihak penyelenggara digeser Senin 1 Juli 2019. Sedangkan lokasi, sesuai rencana awal, Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut.

Marketing Officer Konsorsium Sulut United, Akhmad Nursyamsu menjelaskan, perubahan jadwal launching karena menyesuaikan dengan waktu Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

“Ketika audiens dengan Pak Gubernur, ternyata Minggu ini beliau ke Jakarta,” ujar Akhmad.

Perubahan itu tidak masalah. Apalagi tidak mengganggu persiapan tim yang akan menjalani laga perdana di kandang lawan tim kuat Mitra Kukar, Selasa (2/7/2019).

Dalam launching nanti, akan diperkenalkan seluruh Manajemen Sulut United, jajaran kepelatihan, official dan seluruh pemain. Ada juga official jersey, home, away, 3rd kit dan jingle Sulut United. Launching ini sebagai wadah perkenalan resmi tim Sulut United ke masyarakat Sulut. Karenanya, acara ini melibatkan konsorsium, Pemprov Sulut dan perwakilan suporter.

Alih Status Herrie Lontoh Cs

Di tengah persiapan launching, ada kabar tak enak sedang dirasakan tiga punggawa lokal Sulut: Herrie Lontoh, Christofan Rampala dan Rinaldy Bella. Jika dilihat dari track record dan kualitas mereka, tak kalah bersaing dengan pemain-pemain penghuni Moy Residence, Bahu, Manado tersebut.

Cristofan Rampala, misalnya sempat memperkuat Kalteng Putra dan Persma 1960. Herrie Lontoh, pernah merasakan sebagai cadangan dari striker Persib Bandung, Sergio van Dijk, dan juga pernah bermain di Persela Lamongan, Persma 1960, PS Manguni, hingga Sulut FC.

Sedangkan pemain yang belum lama lulus SMA, Renaldy Bella, dulunya membela PSKT Tomohon, Panther Bahu, Persma 1960 dan Sulut FC. Artinya, level mereka sudah cukup mapan untuk melangkah ke jenjang profesional dan bergabung dengan BFC Sulut United. Masih ingat, ketika uji coba lawan Panther Bahu Plus, gol-gol ikut lahir dari kaki mereka.

Manajemen kini sedang berusaha secepatnya mengurus alih status tiga pemain tersebut. Sekretaris Tim, Mohamad Ridho Ali mengatakan, pihaknya sedang mengurus administrasi alih status dari pemain amatir ke profesional Herrie Cs. “Sedang kami urus. Finalisasinya di Asprov PSSI Sulut,” ujarnya dihubungi tadi malam.

Herrie Lontoh sendiri saat ini turut bersama tim dalam lawatan tur Jatim. Herrie diharapkan bisa turun saat laga tandang melawan Persatu Tuban, Kamis (27/06/2019) besok. Renaldi Bella dan Christofan Rampala tak diikutn dalam rombongan ke Jatim.

Sejauh ini Sulut United telah mengajukan alih status ketiga pemain ke PSSI. Namun ada beberapa rekomendasi dan syarat yang harus dilengkapi seperti surat keterangan dari klub asal dan surat keterangan dari klub sekarang.

Penulis : Agustinus Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed