oleh

Kemarau Panjang, Petani Cengkeh Talaud Terancam Gigit Jari

Talaud, Barta1.com – Musim kemarau melanda Kabupaten Kepulauan Talaud sejak beberapa bulan lalu. Hal ini tak hanya membuat debu beterbangan di jalan raya dan tanaman palawija nampak gersang. Tetapi cuaca itu membuat petani cengkeh harap-harap cemas.

Pasalnya, masa panen cengkeh bisa terancam gagal akibat musim kemarau ini. Mengingat, tanaman cengkeh ini sangat membutuhkan cuaca yang stabil antara musim hujan dan kemarau.

Dari hasil penelusuran di lapangan, panen cengkeh di Talaud terbagi dalam beberapa tahap karena buah cengkeh dalam satu pohonnya, sebagian sudah bisa di petik dan sebagian lagi masih memerlukan beberapa bulan lagi.

Alex Tatuu, petani cengkeh yang berasal dari Desa Musi mengatakan, yang ditakuti para petani karena kalau musim kemarau terus melanda, maka buah cengkeh yang masih sebesar batang korek api ini terancam gagal panen karena dalam pertumbuhannya buah cengkeh sangat membutuhkan air. “Selain itu, pohon cengkeh terancam kering karena kekurangan air ini,” tutur Tatuu.

Di tempat terpisah, Josias Maradesa petani Desa Dapalan menerangkan, akibat musim kemarau ini, petani harus menguras tenaga mengangkut air untuk menyiram pohon cengkeh agar tidak mengalami kekeringan,” katanya.

Apalagi bagi memiliki kebun yang jauh dari sumber air, mereka harus mengangkut air dari desa lain dan di bawah ke kebun. “Kalau petani yang kebunnya dekat sungai, masih sedikit beruntung karena jarak tempuh pengangkutan air tidak jauh. Tetapi bagi saudara-saudara yang lokasi kebunnya jauh dari sungai, mereka harus mengangkut air dari kampung dan dibawa ke kebun,” terang Maradesa.

Peliput : Evan Taarae

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed