oleh

Plus Minus Dua Tahun Kepemimpinan Gaghana-Hontong

Sangihe, Barta1.com – Sejak dilantik 22 Mei 2017, kepemimpinan Bupati Jabes Ezar Gaghana, SE, ME dan Helmud Hontong, SE berjalan dengan dinamika dan romantika politik, sebagaimana dalam setiap kepemimpinan selalu menemukan ara untuk mengevaluasinya.

Tepat dua tahun kepemimpinan, Rabu (22/5/2019) di Pendopo Rumah jabatan Bupati yang kini telah berganti nama menjadi, Papanuhung Santiago Tampungang Lawo, Bupati Gaghana menyampaikan keberhasilan dan hal-hal yang harus ditingkatkan dalam mensejahterakan masyarakat sangihe.

Jabes Ezar Gaghana, menjelaskan dalam dua tahun kepemimpinan pemerintahan Gaghana-Hontong (Gahagho) telah mencapai banyak prestasi dan penghargaan baik dari rovinsi maupun dari pemerintah pusat yang mengapresiasi capaian kinerja pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Capaian itu antara lain, di bidang kesehatan, Sangihe telah sukses mengkafer BPJS dengan Universal Coverage, selain itu selama dua tahun, 12 Puskesmas sudah terakreditasi dan tahun ini semua puskesmas di Kabupaten Kepulauan Sangihe, 17 Puskesmas sudah akan terakreditasi,” ucap Gaghana.

Dirinya juga menyampaikan bahwa telah dioptomalkannya peningkatan kapasitas Rumah Sakit Liung Kendage, dari Kelas C menjadi Rumah Sakit Rujukan Regional mengarah ke rumah sakit Kelas B, yang tahun ini memasuki tahap kedua dengan total anggaran Rp 75 miliar.

Sementara itu, di bidang pendidikan secara khusus di bidang olah raga, telah dicanangkannya pembangunan Gelanggang olah raga berkapasitas 1500 penonton dengan biaya Rp 15 miliar. Demikian juga di bidang lingkungan hidup, telah dipertahankannya penghargaan lingkungan Adipura.

Dijelaskannya pula bahwa dalam dua tahun berjalan sudah 1311 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terbangun, dan juga terkait dengan pengelolaan keuangan, tahun 2017 opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “Dan kita juga berdoa semoga hasil pemeriksaan keuangan 2018 juga mendapatkan penilaian yang positif,” ujarnya.

Dalam dua tahun kepemimpinan Gaghana-Hotong, Pemkab Sangihe mampu menurunkan angka pengangguran terbuka dari 5,11% menjadi 3,71%. Sedangkan dalam perencanaan pembangunan, Kepulauan Sangihe adalah Kabupaten tertinggi mendapatkan suplai dana lokasi khusus di Sulut pada tahun 2019 yaitu sebanyak Rp 174 miliar.

Gaghana juga mengungkapkan bahwa iklim investasi di Kepulauan Sangihe sudah semakin membaik sehingga tingkat kepercayaan investor meningkat untuk berinvestasi di negeri Tampungang Lawo.

“Salah satu buktinya dengan masuknya Grup Hotel Alina, untuk pembangunan hotel berbintang tiga, bahkan saat ini sedang berencana untuk membebaskan kawasan di wilayah Pulau Para,” terang Gaghana.

Namun demikian, dari sekian banyak prestasi yang ada dirinya mengakui bahwa tingkat kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Sangihe masih menjadi perhatian khusus oleh pemerintah. “Masih menjadi pergumulan kita adalah tingkat kemiskinan masih pada posisi yang stagnan. Nanti kita akan pecahkan bersama,” ujarnya.

Dirinya mengimbau meski begitu banyak prestasi yang sudah dicapai, akan tetapi masih banyak pekerjaan rumah dan tantangan kedepannya harus dijalani. Sehingga menurutnya, siapapun jangan berpangku tangan.

“Kita masih harus memacu infrastruktur serta sarana dan prasarana akan memungkinkan kita untuk memacu pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kesejateraan secara sistematik, dan berkelanjutan agar angka kemiskinan dapat diturunkan,” katanya.

Dalam acara dua tahun kepemimpinan itu telah di-launching produk lokal minyak kepala asli Sangihe, pencanangan bahasa Sangihe ditiap hari Jumat, dan perubahan nama Pendopo Rumah Jabatan Bupati, menjadi Papanuhung Santiago Tampungang Lawo.

Peliput : Rendy Saselah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed