oleh

Bupati Tuange Minta Hentikan Kerusakan Rumah Tangga

Talaud, Barta1.com — Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Petrus Simon Tuange menegaskan masyarakat di tanah Porodisa perlu menjaga keharmonisan keluarga, dalam hal ini kehidupan berumah tangga.

Hal ini disampaikan Bupati yang akrab disapa PST ini dalam sambutannya ketika menghadiri sosialisasi dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang berlokasikan di aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Rabu, (22/05/2019).

Apalagi berdasarkan berdasarkan catatan tahunan (Catahu) Komnas Perempuan yang di-launching 6 Maret 2019, seperti dipaparkan Deputi Pelindung hak perempuan Prof Dr Vennetia R Dannes MSc, Phd ,menyebutkan jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan tahun 2018 sebesar 406.178. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 348.466.

Berdasarkan data tersebut, jenis kekerasan terhadap perempuan yang paling menonjol adalah KDRT/RP (ranah personal) yang mencapai angka 71% (9.637). Posisi kedua di Ranah komunitas/publik denga n persentase 28 % (3.915) dan terakhir di ranah negara persentase 0,1% (16). Pada ranah KDRT/RP kekerasan yang paling menonjol adalah kekerasan fisik 3.927 kasus (41%), kemudian kekerasan seksual sebanyak 2.988 kasus (31%), psikis 1.658 (17%) dan ekonomi 1. 064 kasus (11%).

“Terkait dengan tema stop kekerasan dalam rumah tangga, saya menegaskan stop kerusakan rumah tangga,” tegas Tuange.

“Kaum laki-laki harus menyayangi perempuan, selain itu, sebagai orang tua harus menjaga dan mendidik anak-anak agar tidak salah melangkah,” tambah dia.

Putra Tamarongge ini menyentil juga pola hidup masyarakat khususnya bagi kaum laki-laki yang hobi doyan mengkonsumsi minuman keras (miras).

“Saya heran dengan pola hidup sebagian kaum laki-laki, terkadang tidak ada beras di rumah, malah bisa beli cap tikus (miras),” terang Tuange.

Seperti yang pernah ditegaskan Tuange beberapa waktu lalu, minuman keras ini tidak hanya berpotensi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga tetapi mengancam generasi muda yang ada di tanah Talaud.

Apalagi berdasarkan data yang diperoleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Talaud, sebagian besar kasus ada dipicu oleh minuman keras termasuk KDRT. (*)

Peliput: Evan Taarae

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed