oleh

Perjuangan Veleri Kumaunang dan Undangan Wisuda Untuk Ayah Tercinta

Setiap perjuangan mengapai cita-cita, termasuk lulus dari perkuliahan adalah impian seorang anak demi membahagiakan orang tuanya.

Kerja keras, baik pagi, siang dan malam dilalui seorang ayah demi kebutuhan sehari-hari menafkahi keluarga, juga menyekolahkan anak-anaknya.

Perjuangan itulah yang terlihat pada sosok ayah dari Veleri Kumaunang (24). Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi Manado Program Studi (Prodi) Administrasi Negara ini begitu bangga dengan daya juang ayahnya hingga mengapai dirinya meraih kelulusan.

Perjuangan selama 4 tahun 8 bulan bukan cerita yang pendek Veleri lewati. Tetapi dorongan semangat dan motivasi orang tua memberi ia lebih bersemangat menyelesaikan studinya.

Veleri merupakan anak pertama dari empat bersaudara pasangan Habel Kumaunang (50) dan Sandra Tumuju (51).

Di sela perjuangan untuk menyelesaikan studinya, tiba-tiba dirinya terpukul mendengar kabar ayahnya mengalami kecelakaan. Sempat kritis, kemudian meninggal di kapal barang KM Muara Kencana Permai Samarinda yang pada saat itu berada di lautan Makassar. Kapal itu dikapteni ayahnya yang bertugas mengantar barang tujuan Samarinda.

Tepat 11 April 2019, dimana ayahnya, Habel Kumaunang dimakamkan, tetapi dengan waktu yang bersamaan Veleri dituntut untuk menyelesaikan skripsinya sesuai waktu yang ditentukan pihak kampus.

“Dengan hati yang begitu terluka, saya harus pergi ke kampus untuk menyelesaikam skripsi dihari bersamaan dengan pemakaman ayah saya,” ujarnya kepada Barta1.com, Selasa (14/5/2019).

Ia menambahkan 4 April 2019, ketika berulang tahun ke 24 tahun bentuk perayaan tak seindah saat masih ada sang ayah yang selalu memberikan ucapan selamat kepadanya. “Begitu juga ketika esok harinya 5 Februari 2019 harus menghadapi ujian skripsi,” beber Veleri.

Setelah menyelesaikan ujian skripsi, ia harus segera menyelesaikan revisi, dengan waktu 6 hari dikarenakan yudisium pada 12 Mei 2019 yang sudah dijadwalkan panitia. Sehingga keputusan sempat membayangi pikirannya, cerita Veleri.

Tetapi setiap usaha Tuhan tidak pernah melupakan perjuangan anaknya. Tak lupa ia mengucap syukur kepada Tuhan karena telah menolongnya hingga mampu menyelesaikan revisi skripsi dengan waktu yang tepat, hingga mengikuti yudisium 12 Mei 2019.

Ia teringat dengan pesan ayahnya habe kumaunang yang disampaikan kepadanya. “Veleri kamu harus kuat, kamu anak tertua dan kedepanya menjadi tumpuan keluarga ketika ayah tidak ada lagi. Dan jangan lupa tetap bersyukur dan terus berdoa meminta kekuatan kepada Tuhan,” ucap Veleri meneruskan pesan ayahnya.

Ia bersyukur karena menjadi anak dari Habel Kumaunang, karena sosoknya baik dan selalu menomorsatukan anak-anaknya. “Ayah saya tidak pernah berhenti menasehati anak-anaknya. Ayahku panutanku,” tambah Veleri.

Besok, 16 Mei 2019 dia diwisuda. “Ini bentuk penghargaan atas anugerah Tuhan kepada Veleri. Dan semuannya untuk orang tua, dimana ada ayah dan ibu tersayang. Hari mendapatkan surat undangan untuk mengikuti wisuda pada 16 Mei 2019, sekirannya ayah senang melihatnya, semuanya untuk ayah tercinta,” tutupnya.

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed