oleh

3 Faktor Penyebab Pemuda Terjebak Masuk Jaringan Pelaku Terorisme

Manado, Barta1.com – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Utara, Kamis (9/5/2019), menggelar kegiatan Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat dalam Pencegahan Terorisme. Pelajar peserta kegiatan diajak mengenali faktor penyebab keterekrutan ke dalam jaringan pelaku terorisme.

Pelibatan pelajar SMA dan sederajat ini dikemas dalam 2 metode, yaitu lomba video pendek dan nonton bareng film dokumenter “Damai dalam Kardus” yang menggambarkan pentingnya merawat toleransi dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Untuk lomba video pendek sendiri terdapat 13 karya yang dilombakan oleh pelajar di Sulut, yang selanjutnya akan dipilih 3 karya terbaik untuk dilombakan di tingkat nasional.

Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, mengatakan terdapat 3 faktor yang menjadi penyenab generasi muda masuk ke dalam jaringan pelaku terorisme. Pertama, adalah faktor pemahaman agama.

“Anak-anak di usia kalian adalah masa di mana sedang hau silmu, termasuk ilmu agama. Hati-hati dalam belajar agama, cari sumber dengan referensi yang jelas dan sumber yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Andi Intang.

Faktor kedua, lanjut dia, adalah teknologi. Dia menyebut nyaris mustahil mendapati generasi muda saat ini yang tidak menggunakan gawai. Dia berpesan agar generasi muda hati-hati dalam memanfaatkannya, agar tidak terseret ke dalam pengaruh paham radikal terorisme yang saat ini banyak ditemukan penyebarluasannya di media sosial. “Teknologi ibarat dua sisi mata uang. Menguasai teknologi penting, tapi jika tidak hati-hati kita bisa terpengaruh dengan paham radikal terorisme di dalamnya,” tambahnya.

Digelarnya pelibatan pelajar SMA dengan menggunakan metode lomba video pendek, masih kata Andi Intang, juga sekaligus sebagai upaya mereduksi pengaruh penyebarluasan paham radikal terorisme melalui media sosial. Video-video yang dilombakan diwajibkan diunggah ke media sosial, yang secara langsung diharapkan mampu membendung konten berbau radikal di platform yang sama.

Faktor ketiga penyebab generasi muda terseret masuk ke dalam jaringan pelaku terorisme berkaitan dengan psikologi. Sebagai penjelasan Andi Intang meminta generasi muda tak mudah menyebarluaskan kegalauannya di media sosial.

“Mereka (pelaku terorisme, red) memantau kalian, mengamati media sosial kalian. Ketika kalian banyak menyebar kegalauan mereka akan mendekati dengan janji-janji manisnya. Jika ada masalah jangan dishare di medsos, tapi ceritakan kepada guru, pembimbing, atau orang terdekat untuk mendapatkan masukan terbaik,” pungkas Andi Intang.

Editor : Agustinus Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed