oleh

Bartagrafis: Lulusan SD Tenaga Kerja Terbesar di Sulut

-Berita, Visual-1.538 views

Manado, Barta1.com — Hingga Februari 2019, pekerja dengan pendidikan tertinggi lulusan Sekolah Dasar (SD) tercatat sebagai tenaga yang paling banyak digunakan di Sulawesi Utara. Fakta ini sebagaimana dipaparkan Badan Pusat Statistik Sulut dalam rilis resmi 6 Mei 2019.

“Kualitas pekerja di Sulawesi Utara diukur dari pendidikan tertinggi yang ditamatkan masih tergolong rendah. Hal ini terlihat dari penyerapan tenaga kerja di Sulawesi Utara pada Februari 2019 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah sebanyak 356,34 ribu orang atau 31,57 persen,” sebut BPS dalam berita resmi bertajuk “Keadaan Ketenagakerjaan Februari 2019.”

Jumlah angkatan kerja Sulawesi Utara sendiri pada Februari 2019 tercatat sebanyak 1,19 juta orang. Sementara yang bekerja ada 1,13 juta orang. Pada Februari 2019, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau TPAK sebesar 63,52 persen, turun 4,11 persen poin dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

“Masih terdapat diskrepansi TPAK laki-laki dan perempuan,” tulis BPS Sulut.

Dari angka tadi, penduduk bekerja dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 252,16 ribu orang (atau 22,34 persen, SMP 209,58 ribu orang (18,57 persen), Perguruan Tinggi 176,68 ribu orang (15,65 persen) dan SMK sebanyak 133,92 ribu orang (11,87 persen).

Dilihat dari tingkat pendidikan, pada Februari 2019, TPT Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih tertinggi di antara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 13,40 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada tingkat SMA (7,99 persen). Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja tidak terserap terutama pada tingkat pendidikan SMK dan SMA. Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT SD ke bawah paling kecil di antara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 1,56 persen.

Dalam setahun terakhir, persentase penduduk bekerja yang meningkat adalah mereka yang berpendidikan Perguruan Tinggi (4,60 persen poin), SMA (1,64 persen poin), dan SMK (0,76 persen poin). Diketahui pula persentase penduduk yang bekerja di kegiatan informal ada sebanyak 650,50 ribu orang (57,63 persen). Jika dibandingkan dengan Februari 2018, persentasenya menurun sebesar 4,45 persen poin.

Selanjutnya, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, penduduk usia kerja di Provinsi Sulut pada Februari 2019 kian meningkat, yaitu sebanyak 1,88 juta atau naik 23 ribu orang dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Dari sejumlah penduduk usia kerja tersebut, lebih dari separuhnya merupakan pekerja dan pencari kerja, sedangkan sisanya masih bersekolah, mengurus rumah tangga, atau melakukan kegiatan aktif lainnya.

BPS menyatakan, meskipun secara kuantitas penduduk usia kerja meningkat, namun TPAK pada Februari 2019 turun 4,11 persen poin dibandingkan Februari 2018. Hal ini dikarenakan jumlah pekerja dan pencari kerja berkurang, sebaliknya jumlah kelompok bukan angkatan kerja bertambah, terutama mereka yang bersekolah. Pada Februari 2019, TPAK di Provinsi Sulawesi Utara tercatat sebesar 63,52 persen, artinya dari 100 penduduk usia kerja terdapat 63 orang yang aktif secara ekonomi.

Jumlah penduduk yang bekerja pada setiap kategori lapangan pekerjaan menunjukkan kemampuan dalam penyerapan tenaga kerja. Struktur penduduk bekerja menurut lapangan pekerjaan pada Februari 2019 masih didominasi oleh tiga lapangan pekerjaan utama, yaitu Pertanian sebesar 24,27 persen, Perdagangan sebesar 17,83 persen dan Industri Pengolahan sebesar 11,19 persen.

Dilihat berdasarkan tren sektoral selama Februari 2018 – Februari 2019, lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase penduduk bekerja adalah Industri Pengolahan (3,85 persen poin), Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (2,16 persen poin), Jasa Pendidikan (1,01 persen poin), Transportasi, Pergudangan, dan Telekomunikasi (0,60 persen poin), Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (0,52 persen poin), Jasa Keuangan Asuransi (0,26 persen poin), dan Real Estat dan Jasa Perusahaan (0,16 persen poin).

Di sisi lain, tingkat Pengangguran Terbuka Februari 2019 sebesar 5,37 persen, turun 0,72 persen poin dibandingkan Februari 2018. Dari 1,13 juta orang yang bekerja, 7,85 persen di antaranya termasuk kategori setengah penganggur dan 19,91 persen termasuk kategori pekerja paruh waktu. (*)

Penulis: Ady Putong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed