oleh

Andre Tatumpe Sang Pemberani

PENAMPILANNYA sederhana dan pendiam. Akan sulit melihat dia banyak bicara. Namun jika sudah turun lapangan melakukan aksi-aksi nyata pantang menyerah yang tersaji. Sosok mantan Ketua Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Tarsius Politeknik Negeri Manado cukup dikenal banyak kalangan.

Dan tiba-tiba, kabut duka menghampiri para pegiat lingkungan pada 12 Maret 2019 silam. Andre Yohanis Tatumpe, dipanggil pulang sang khalik di usia yang cukup muda. Meninggalkan istri dan dua anaknya yang masih kecil yang begitu disayanginya.

Andre ‘bergerilya’ ketika berbagai bencana alam yang terjadi di Sulut beberapa tahun terakhir ini. Sulung dari ketiga bersaudara pasangan Johan Tatumpe dan Vera Ambar ini, punya andil besar dalam upaya mengatasi persoalan-persoalan lingkungan hidup di daerah ini. Jejaringnya bersama sesama pegiat Mahasiswa Pencinta Alam tak perlu ditanyakan lagi.

Terlihat ketika ratusan orang ikut mengantar dirinya ke tempat peristirahatan terakhir di Maumbi. “Andre sangat kami kenal baik. Sepak terjangnya selama ini sudah tak diragukan lagi,” ujar Edwin Walukow dari MPA Artsas Manado.

Fun Bouldering

Meski Andre telah tiada, namun kenangan bersama ‘sang pemberani’ ini tak pernah berakhir. Jumat-Sabtu (5-6/4/2019) silam, MPA Tarsius menggelar Fun Bouldering dengan tema ‘Wall Of Awesome’, dibuka Direktur Polimdo Ir Evet Slat di Lapangan Polimdo.

Kegiatan fun bouldering di Lapangan Politeknik Negeri Manado. (foto: istimewa)

Tak kurang 90 peserta putra dan 15 peserta putri, bertarung menjadi yang terbaik. Dibagian putra, akhirnya Kevin Gratia dari Bios Climber meraih juara 1. Disusul juara 2 Rolan Kora Kora dari Climber Tahuna dan juara 3 Renaldy Pangkey dari KPA Cylindrica.

Untuk putri dari 15 peserta, Triskan Fenany dari MPA Pahyagaan Unsrat mengungguli 14 rekannya dan menjadi jawara. Disusul Verginia Manansang (MPA Areca Vestiaria Unsrat) dan Grace Tahatelu (MPA Avestaria Unsrat) sebagai juara 2 dan 3.

“Kegiatan Fun Bouldering ini bentuk penghormatan terakhir kami kepada almarhum Andre Tatumpe yang meninggal 12 Maret 2019,” tutur Anggota MPA Tarsius, Riska Kesek, Selasa (9/4/19) lalu.

Ia menambahkan, almarhum Andre Tatumpe pernah meharumkan nama Sulut dan Kampus Politeknik Negeri Manado dengan mengikuti kejuaraan Arum Jeram Tingkat Nasional di Citarum tahun 2009 dan di sungai Rongkong tahun 2004.

“Andre pernah menjabat Ketua MPA Tarsius periode 2000-2003. Saya tidak bisa melupakan setiap motivasi dan pembelajaran yang diberikan Kak Andre kepada kami keluarga besar MPA Tarsius Polimdo,” ujar Riska.

Dia mengajarkan kedisiplinan dan mendidik anak-anak MPA Tarsius memiliki karakter pemberani dan rendah hati. “Tidak ada yang mampu mengantikan peran seorang almarhum dari buku kehidupan keluarga besar MPA Tarsius Polimdo. Sampai kapan pun almarhum ada di hati kami,” ujarnya.

Rio Noval Puasa, mengaku mengenal alam dari almarhum Andre Yohanis Tatumpe. “Beliau yang mengajarkan saya bagaimana melawan berbagai rintangan saat di alam. Dia seorang pemberani. Sempat beberapa kali kami bersama almarhum terlibat dalam upaya menolong warga yang terjebak banjir bandang Manado. Kuatnya arus, tak membuat almarhum Andre takut. Ia memikirkan selalu keselamatan orang lain. Dimata kami almarhum Andre sang pemberani dan selalu berjiwa sosial,” ujar Rio yang juga kerabat dekat almarhum Andre.

Ayah Andre, Johan Tatumpe menyampaikan terima kasih dukungan yang luar biasa dari komunitas pegiat lingkungan di Sulut, terlebih MPA Tarsius Politeknik Manado. “Sekali lagi terima kasih. Kami keluarga tak dapat membalas kebaikan yang diberikan kepada kami,” kata Bu Johan, sapaan akrabnya.

Peliput : Meikel Pontolondo, Agustinus Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed