oleh

Menengok Utaurano, Kampung Wisata di Kaki Gunung Awu Sangihe

Kampung Utaurano berada di Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Tepat di bawah kaki Gunung Awu, Utaurano dianugerahi sumber daya air yang melimpah dengan aliran dua sungai besar, tanah yang subur, serta masyarakatnya yang kreatif menjadikan desa tersebut kini memproduksi berbagai produk unggulan serta mendeklarasikan diri sebagai kampung wisata.

Sejatinya orang tua zaman dahulu di Utaurano memang sudah menggalangkan pembudidayaan ikan air tawar. Namun demikian, banjir bandang tahun 2007 sempat mematahkan semangat kampung tersebut. Kini di tangan Herdianto Takapulungan, SE, sebagai Kapitalaung (Kepala Desa), Utaurano semacam menemukan jati dirinya kembali. Bersama masyarakatnya, Takapulungan mengangkat kembali tradisi keemasan di masa lalu kampung tersebut.

“Jumlah penduduk Utaurano kurang lebih 1041 jiwa, 310 Kepala Keluarga (KK) dengan potensi yang ada sumber daya air, maka kedepannya produk unggulan air tawar itu yang akan menjadi sumber ekonomi masyarakat. Kurang lebih 70% masyarakat yang ada di sini hidup di seputar air, sehingga potensi sekali dengan perikanan budidaya ikan air tawar. Sebelum tahun 2007 memang Utaurano ini terkenal dengan budi daya ikan air tawar, namun semangat masyarakat mulai hilang dengan adanya banjir bandang tahun 2007. Jadi saya selaku Kapitalaug terpilih ingin kembali menghidupkan lagi suasana seperti itu dengan aktivitas masyarakat dengan pengembangan budidaya ikan air tawar,” ungkap Takapulungan.

Semenjak bajir bandang tahun 2007 itu, sisa kolam ikan atau pemudidayaan ikan air tawar hanya dipergunakan sebatas konsumsi pribadi. Biasanya menurutnya hanya dipanen ketika ada hari raya Idul Fitri atau Hari Natal dan Tahun Baru. Dirinya bercita-cita, dengan bantuan pemerintah dia akan menciptakan lading pekerjaan bagi masyarakatnya.

“Ke depannya sesuai dengan komitmen kami pada perencanaan kampung di tahun anggara 2019 ini, akan dilakukan stimulan pembuatan kolam pembudidayaan ikan air tawar di setiap rumah. Dan pengadaan jaringan airnya itu kerjasama dengan CSR dan kebetulan kampung Utaurano tahun ini diberikan dana CSR sebesar Rp 500 juta,” kata Takapulungan.

Home Industri dan Wisata Alam

Tak hanya potensi alami pembudidayaan ikan air tawar, pemerintah Kampung Utaurano juga mengembangkan home industri dan wisata alam dengan mempergunakan sumber daya air yang melimpa di sana. Menurutnya hasil home industri tersebut kedepannya akan dibawahi oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Hasil produksi home industri Utaurano sekarang terdiri dari alat kesenian, mie sagu, beras analog berbahan baku sagu, dan juga kue-kue bepang dan pemanfaatan bahan daur ulang. Seperti botol plastik yang dirangkai menjadi bunga. Demikian juga hasil pertanian yang juga sangat menonjol sayur, tanaman pangan.

“Jadi masyarakat akan berproduksi sebanyak mungkin itu Bumdes yang nantinya akan memasarkan keluar sehingga aktivitas masyarakat ini akan tetap jalan dan kalaupun produksinya kedepan akan meningkan maka itu telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” kata Takapulungan.

Sedangkan untuk pengembangan wisata alam, mereka mempergunakan bekas bendungan sebagai lokasi outbond. Dan itu telah dicoba langsung ketika peserta Workshop Peningkatan Kapabilitas Kepemimpinan dan Kemampuan Teknis Aparat Perencana (PK3TAP) Kabupaten Kepulauan Sangihe yang terdiri dari Kepala-Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diuji mental dan fisiknya, Sabtu (9/3/2019), yang di dalamnya juga Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jabes E. Gaghana dan Wakil Bupati Helmud Hontong terlibat aktif memecahkan pos-pos berhalang rintang.

Menurut Gaghana, setiap pos-pos yang mereka lewati mempunyai tantangannya sendiri dan daya tariknya sendiri. Dirinya mengimbau agar kedepannya pemerintah kampung dan masyarakatnya dapat mengembangkannya sehingga kampung Utaurano bisa menjadi tempat tujuan berlibur.

“Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sangat bagus, menguji kekompakan team, dan kegiatan seperti ini harus didorong terus. Saya berharap kedepannya kampung ini dapat menjadi tujuan untuk masyarakat berwisata,” kata Gaghana.

Tentu demikian harapan Herdianto Takapulungan, selaku Kepala Desa di sana. Mereka mempunyai keiginan dalam pengembangan Kampung Utaurano khusus pengembangan wisata air. Dirinya telah mengalokasikan dalam perencanaan tahun 2019 penataan lokasi Bendungan sebagai tempat wisata air.

“Maka ini akan ditata lagi kedepannya apakah akan diusulkan di pemda atau kita akan bekerja sama dengan pihak lain untuk bisa dikeruk lagi supaya ini bisa difungsikan kembali. Tahun 2019 ini juga dalam perencanaannya kami mengalokasikan untuk penataan ini, dimulai dari penanaman pohon rambutan di seputaran kali, sehingga nantinya menjadi sarana bagi masyarakat dan memiliki ciri khas lain bahwa Kampung Utaurano bisa memproduksi buah-buahan rambutan,” pungkas Takapulungan.

Peliput : Rendy Saselah

Barta1.Com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed