oleh

Rektor Unsrat Ajak Emak-Emak Gunakan Medsos Secara Bijak

Manado, Barta1.com – Mengawali tahun 2019, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsrat yang diketuai Ir Fenny Gerung-Pelealu menggelar kegiatan seminar dan sosialisasi.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Pusat Kajian Perempuan LPPM Unsrat dengan tema “Peran Istri untuk Menunjang Kinerja Suami”. Dibuka ibu Gubernur Sulut, Ir Rita Maya Dondokambey-Tamutuan selaku penasihat DWP Sulut turut dihadiri Rektor Unsrat Prof Dr Ir Ellen Joan Manalip Kumaat MSc DEA dan Ketua DPW Sulut Dra Ivonne Silangen-Lombok.

Saat membuka seminar, Ny Dondokambey-Tamuntuan mengingatkan agar para isteri harus benar-benar bisa menunjang kinerja suami dalam tugasnya sebagai ASN.

Sementara Rektor Unsrat mengajak ibu-ibu DWP agar selalu bisa mendoakan suami dan anak-anak. “Jangan setelah ada masalah baru mendoakan keluarga,” tandas Kumaat, di Aula Rektorat Unsrat, Selasa (5/3/2019).

Tidak hanya itu, Rektor juga berharap emak-emak agar bisa menggunakan media sosial secara bijak. “Jangan ketika ada konflik sediikit dengan suami terus diobral di media sosial berhari- hari,” ingatnya.

Sementara itu, Ketua DPW Sulut, Dra Ivonne Silangen-Lombok meminta para anggota DWP untuk bisa menunjang kinerja suami dengan cara ikhlas dan berintegritas. “Menurut pengalaman saya, ada saatnya kita harus bisa ‘mengalah’ untuk kelurga. Saya juga sehari-hari bekarir sebagai ASN di lingkungan Pemprov Sulut, tapi memilih tidak memegang jabatan apapun demi keluarga, supaya ada keseimbangan saja,“ katanya.

Ny Silangen juga mengingatkan anggota DWP bisa memperhatikan pekerjaan di rumah, penampilan diri, tapi juga penampilan fisik suami dari kepala sampai kaki. “Karena jika ada hal yang kurang, masyarakat akan bertanya siapa isterinya,” tandasnya di hadapan sekitar 200 anggota DWP Unsrat dan Pemprov Sulut termasuk bu-ibu PKK Provinsi Sulut.

Koordinator Pusat Kajian Perempuan LPPM Unsrat, Prof Dr Ir Dingse Nainggolan Pandiangan MSi, memaparkan kunci kebahagian keluarga ada pada keseimbangan rohani maupun jasmani. “Artinya keluarga harus dibangun dalam prinsip takut akan Tuhan. Jika ada keseimbangan antara rohani dan jasmani pastilah keluarga akan bahagia,” katanya.

Dalam menunjang karir suami, istri harus bisa memahami, mengerti, dan mampu memotivasi suami. “Jangan istri menggunakan jalan pikirannya pada kehidupan suami yang monotrack dan mendominasi kehidupan keluarga,” tandasnya.

Editor : Agustinus Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed