oleh

Penjabat Kapitalaung Kalinda I Terancam Kena Sanksi, Ini Penyebabnya…

Sangihe, Barta1.com – Pelantikan Penjabat Kapitalaung Kalinda I, Kecamatan Tamako yang seharusnya bersamaan dengan pelantikan Kapitalaung Malisade, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Rabu (13/2/2019) kemarin. Namun nyatanya harus tertunda pelaksanaannya, dikarenakan terjadi penolakan dari masyarakat Kalinda I terhadap kapitalaung terpilih.

Dari informasi yang berhasil dirangkum, penolakan atas pelantikan kapitalaung yang baru ini diduga didalangi Penjabat Kapitalaung yang berinisial AM yang juga berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bupati Kepulauan Sangihe, Jabes E Gaghana sangat menyayangkan sikap dari penjabat kapitalaung tersebut. Bupati menilai, yang bersangkutan gagal dalam melaksanakan tanggungjawab yang diberikan untuk melaksanakan pemerintahan di Kampung Kalinda I.

“Saya harus katakan dirinya gagal dalam menjalankan pemerintahan di kampung, inikan sudah terbukti, dalam penyelenggaran pemilihan kapitalaung dirinya sudah gagal,” kata Gaghana.

Bahkan menurut bupati, penjabat kapitalaung nekat memprovokasi masyarakat dengan menolak pergantian kapitalaung. Padahal, penjabat kapitalaung merupakan seorang guru. Dan atas permintaan kepala sekolah dirinya diminta untuk kembali berkonsentrasi sebagai tenaga pendidik, mengingat dirinya juga membawahi siswa kelas 6 yang sebentar lagi akan menghadapi ujian kelulusan.

“Ketika diberikan SK pergantian ternyata dirinya tidak menerima, bahkan memprovokasi dan mengadu domba masyarakat. Nah, dirinya sebagai ASN dinilai sudah melanggar aturan dengan mengabaikan perintah pimpinan. Saya sudah meminta Sekkab untuk memprosesnya sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53,” tegas Gaghana sambil menambahkan, karena adanya penundaan pelantikan kapitalaung yang baru, untuk sementara pemerintahan diambil alih Camat.

Terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sangihe, Edwin Roring ME, memastikan akan segera memanggil ASN penjabat kapitalaung tersebut, untuk diproses sesuai dengan aturan ASN yang berlaku.

“ASN harusnya menjadi teladan yang baik dimasyarakat. Saya pastikan dalam waktu dekat ini akan memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa apakah terjadi pelanggaran atau tidak. Jika terbukti melanggar harus diproses, itu merupakan konsekuensi sebagai ASN. Nanti kita lihat, ini mungkin akan dikenai sanksi sedang berat, minimal pembinaan kepada yang bersangkutan,” ungkap Roring.

Peliput : Rendy Saselah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed