oleh

Bartagrafis: Pertumbuhan Ekonomi Sulut dan Nilai Tukar Petani

Manado, Barta1.com — Data positif ditunjukkan perekonomian Sulawesi Utara tahun 2018, yang mengalami pertumbuhan sebesar 6,01 persen. Sedangkan nilai tukar petani atau NTP Sulut di awal 2019 ikut terkoreksi positif 95,41.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut pada Februari 2019 menyatakan dalam berita resminya, perekonomian daerah berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2018 mencapai Rp119,54 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp84,26 triliun.

Perekonomian Sulawesi Utara 2018 tumbuh mencapai 6,01 persen, kata BPS. Angka itu didorong pertumbuhan pada seluruh lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Jasa Lainnya yang tumbuh sebesar 11,84 persen, diikuti oleh lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang mencapai 10,57 persen. Sementara itu, Jasa Perusahaan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan terbesar ketiga yang tumbuh sebesar 9,04 persen.

Pertumbuhan juga terjadi hampir pada semua komponen pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 12,14 persen; diikuti oleh komponen PK-LNPRT sebesar 8,53 persen; dan komponen PK-P sebesar 6,10 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Utara pada Januari naik 0,02 persen; dari nilai 95,38 di bulan Desember 2018 menjadi 95,41 pada bulan Januari. Membaiknya nilai NTP dipengaruhi oleh penurunan harga barang-barang kebutuhan rumah tangga di awal tahun 2019.

Nilai NTP tahun kalender 2019 mengalami kenaikan 0,02 persen, dan secara YoY (tahun ke tahun) masih mengalami kenaikan 0,21 persen Sedangkan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) pada Januari 2019 turun 0,75 persen dibanding bulan sebelumnya; pada bulan Desember 2018 masih 108,45 dan di bulan Januari menjadi 107,59.

NTP adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib) dan dinyatakan dalam persentase. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat daya beli petani, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga petani.

Semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli atau daya tukar (term of trade) petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik. (**)

Editor: Ady Putong

Barta1.Com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed