oleh

Manado Kota Terkotor dan Aksi Nyata Pegiat Lingkungan

MANADO, BARTA1.COM – Kota Manado didapuk sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Meski begitu para pegiat lingkungan di daerah ini tak henti terus melakukan aksi nyata mereka memerangi permasalahan buruk tersebut.

Didukung Telkomsel menggelar kegiatan lingkungan yang bertemakan Bhay Plastik, di God Bless Park, Sabtu (26/1/2019).

Kegiatan yang dilakukan berupa Plastalk, Trash Run, Plastic Reuse Worshop.

Diawali pembersihan di area God Bless Park sampai ke berbagai-berbagai perusahaan dan usaha-usaha sekitar.

Fausi, Staff Youth N Community Manado mengungkapkan kegiatan yang Telkomsel lakukan dalam rangka memeringati kampanye Bhay Sampah Plastik Nasional di Indonesia, khusus Manado peringatannya pada 26 Januari 2019 ini.

Tujuan dari kegiatan ini memberikan penyadaran kepada anak-anak muda, dengan mengurangi pengunaan sampah plastik.

“Kami melihat banyak sekali sampah-sampah dibeberapa tempat-tempat usaha yang ada di Manado yang berserakan. Mungkin masih ada yang membuang di sembarang tempat. Jika kita bergerak sendiri tanpa ada kerja sama dengan pemerintah, kita juga agak kewalahan,” ungkap Fausi.

Dia berharap Pemkot manado menyediakan tempat sampah dan buat program penyuluhan mengenai sampah ke setiap lingkungan yang ada di Manado dan bisa mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan. “Kami juga butuh ketegasan beserta tindakan bagi yang melakukan pencemaran lingkungan,” katanya.

“Dalam aksi ini kami menemukan banyak sampah berhamburan di halaman sekitar berbagai usaha yang ada. Seakan wilayah tersebut tidak ada perhatian,” tutur Fardy Fransisko Bongkang dari Seasoldier North Sulawesi Divisi Edukasi.

Pihaknya berharap Pemkot Manado bisa turun langsung, dan melihat situasi di lapangan bagaimana sampah-sampah dibeberapa ruko atau usaha yang ada di Manado.

“Termasuk turis-turis Tiongkok yang akan datang di sini harus diberi peringatan karena sampah yang kami angkat sebagian besar sampah dari Tiongkok. Seperti pembukus rokok dan snack bertuliskan bahasa Tiongkok yang kami dapati di lapangan,” ujarnya.

Marlon Kamangi, Direktur Bank Sampah CELLS Manado mengungkapkan jika kita tidak menangani permasalahan sampah, maka kita akan menghadapi bahaya yang sangat besar. “Diantaranya tempat pembuangan sampah (TPA). Jika TPA tidak sesuai maka akan tenjadi ledakan yang bisa memakan korban,” bebernya.

Contohnya di TPA Leuwigajah Bandung terjadi ledakan dan mengakibatkan sampah tersebut longsor berkisar 6,5 ke perumahan warga, sampah setinggi 20 meter dan luas mencapai 23,6. Keganasan dari ledakan yang mengakibatkan lonsor memakan korban sebanyak 100 jiwa dan 81 rumah tertimbun.

“Selain mengakibatkan ledakan sampah plastik juga bisa membayakan ikan yang kita konsumsi. Kita bisa lihat kejadian ikan paus mati di Wakatobi akibat sampah plastik di perutnya mencapai 5,9 kilo gram,” papar Marlon.

Untuk itu mari jadikan sampah plastik sebagai bahan yang bisa digunakan kembali. Bisa diolah serta menjadi nilai ekonomi. “Kami dari Bank sampah CELLS Manado membuka wadah jika ada yang mau menabung uang, hanya dengan membawa sampah plastik dan sampah rumah tangga kepada kami,” katanya.

Kalian bisa menjaga lingkungan dengan mengumpulkan sampah plastik serta menjadikan sampah menjadi nilai ekonomi.,”tandasnya.

Peliput : Meikel Eki Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed