oleh

Dari Anarkis, Kini KPAB Paniki Sulut Bersih-bersih Lingkungan

MANADO, BARTA1.COM – Kelompok Muda Pencinta Alam Bebas (KPAB) Paniki Sulut, melaksanakan program bersih-bersih lingkungan di Paniki Atas, selama sebulan sekali.

Sudah kali yang ke-3, KPAB Paniki bekerja sama dengan pihak pemerintah setempat seperti Hukum Tua pada 16 November 2018 lalu.

“Saya tidak habis pikir, darimana komunitas ini berada di area kami. Saya sangat terbantu dalam kebersihan lingkungan,” ujar Hukum Tua Paniki Atas, Wakari Pua.

Ia menyebutkan bukan terbantu dalam lingkungan saja, tapi tidak lagi mendengar kekacauan. “Ketika saya telusuri mereka semuanya sudah menjadi bagian dari komunitas KPAB Paniki,” katanya.

Wakari juga menyampaikan kiranya komunitas ini bisa menjadi contoh bagi pemuda-pemuda di lingkungan lain, dalam hal kegiatan positif seperti ini. “Sampai saat ini saya membantu mereka dalam pengadaan karung-karung atau tas, materi dan menyumbangkan truk pengangkut sampah disetiap kegiatan,” ujarmya sambil tersenyum.

Ketua Umum KPAB Paniki Sulut, Chesen Longdhong mengungkapkan pembersihan melibatkan 15 orang yang dibantu Pecinta Alam Amberley Adventure. Dan terkumpul 10 karung sampah plastik dan 5 sampah rumah tangga. Keseluruhan berjumlah 15 karung. “Yang kami bersihkan seluruh lingkungan Paniki Atas termasuk saluran air yang sangat kotor,” katanya.

Chesen membeberkan tujuan membentuk KPAB Paniki Sulut ini selain hobi mendaki, juga menjaga lingkungan sekitar. “Gunanya menyadarkan teman-teman dan masyarakat sekitar kami untuk sadar akan lingkungan. Bukan hanya mengenai lingkungan yang kami sampaikan, mengenai kegunaan komunitas kami untuk mengurangi hal-hal anarkis.

Setelah bergabung tambah dia, berbagai perubahan yang terjadi dari suka mendiskusikan isu lingkungan, suka membuat aksi nyata dalam pembersihan lingkungan dan ramah terhadap masyarakat setempat.

“Pada intinya KPAB Paniki Sulut mengajarkan hal-hal yang postif bagi anggotanya agar selalu diterima berbagai kalangan baik di mata sesama pecinta alam atau masayarakat setempat. Terima kasih buat Hukum Tua yang selalu membantu kami disetiap kegiatan,” ujar Chesen.

Peliput : Meikel Eki Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed