oleh

Lomba Cipta Menu di HUT ke-115 GMIM Pniel Manembo-Nembo Bitung

BITUNG, BARTA1.COM – Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pniel Manembo-Nembo Bitung merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-115 pada 1 November 2018.

Perayaan kali ini dengan menggelar aneka kegiatan yang sejak 27 Oktober hingga 1 November 2018. Diantaranya jalan sehat, senam jantung sehat, lomba BIPRA antar jemaat, lomba duet pelayanan khusus, pemutaran film rohani, lomba cipta menu, dan lomba tata meja makan.

Kegiatan lomba tersebut dilaksanakan di gedung gereja selama 6 hari yang melibatkan seluruh pemuda, kaum bapa, kaum ibu, remaja dan anak-anak sekolah minggu. Dan menuai banyak dampak positif terlebih dalam pertumbuhan rohani bagi seluruh jemaat GMIM Pniel Manembo-Nembo Bitung dalam membangun kebersamaan, kerja sama, kekompakan dalam menjalankan pelayanan.

Ketua Pemuda, Pnt Angie Tangkudung yang juga Sekretaris Panitia Hari Raya Gerejawi (HRG) GMIM Pniel Manembo-Nembo mengungkapkan kegiatan seperti ini sering dilakukan setiap tahun. “Ini penting guna membangun kebersamaan jemaat kami, mempererat tali persaudaraan dalam iman,” ujarnya.

Dia berharap acara seperti ini bukan hanya menjadi kegiatan seremonial tapi punya nilai positif yang dapat disampaikan kepada jemaat. “Bahkan manjadi motivasi jemaat untuk hidup lebih baik. Contoh senam jantung sehat mengajak jemaat untuk berolahraga dan hidup sehat dan juga lomba menata meja disertai dengan cara pengunaan sampah plastik dengan mengadakan “less plastic” guna mengurangi sampah plastik serta proses sampai menjadi nilai ekonomi tujuan menjaga lingkungan agar lebih bersih,” ungkap Angie sambil tersenyum.

Angreyni Putri Bukasiang, salah satu panitia HRG, mengungkapan kiranya dari kegiatan ini memiliki output yang luar biasa untuk jemaat yang ada. “Dan kiranya semakin bertumbuh dalam iman serta menjadi jemaat yang menerapkan teladan hidup Kristus disetiap aspek kehidupan,” katanya.

Tak hanya itu, aktivitas Pemuda GMIM Pniel Manembo-Nembo Bitung cukup beragam dalam melaksanakan berbagai program. “Seperti bidang pendidikan, melaksanakan kursus kepada anak-anak yang berusia 9-16 tahun. Kursus ini tanpa biaya alias gratis untuk anak-anak dari Kolom 1-19. Pembelajaran yang kami berikan berupa Bahasa Inggris dan lingkungan,” tutur Angreyni.

Peliput : Meikel Eki Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed