oleh

Zakarias Tatukude Enggan Politik Janji

-Berita, Polmas-2.878 views

Manado, Barta1.com — Semakin banyak politisi baru yang memilih jalan bermartabat dalam mengarungi proses pencalonan legislatif. Politisi seperti ini lebih mengedepankan edukasi pada konstituennya, daripada janji-janji yang tak jelas realisasinya.

Zakarias Tatukude memutuskan ikut proses pencalegan. Belakangan ini dia kian sering berkomunikasi dengan masyarakat di daerah pemilihan Tuminting-Bunaken sebagai dapil yang dipilihnya. Membuka komunikasi menurut dia adalah strategi untuk memahami apa keinginan masyarakat.

“Karena itu saya tidak mau berjanji dulu kalau belum menemui, komunikasi dan menganalisa apa yang jadi kebutuhan konstituen, dengan begitu saya bisa menentukan apa visi dan misi yang bisa disampaikan nanti saat kampanye,” kata Zakarias pada Barta1, Sabtu (27/10/2018).

Zakarias mengaku komunikasi politik yang dilakoni juga adalah proses edukatif. Dari banyak masyarakat berbagai lapisan yang ditemui, Zakarias mengklaim telah menemukan pola yang bisa digunakan, bila terpilih sebagai wakil rakyat.

“Intinya saya belajar juga dari masyarakat. Senang bisa menemui mereka dan mempelajari kehidupan mereka serta ikut merasakan dinamika kehidupan dan ini modal penting bila saya diperkenankan Tuhan menjadi wakil rakyat,” terang dirinya.

Soal politik janji yang konon sering diperagakan sejumlah Caleg, Zakarias mengaku tidak setuju dan tak akan pernah mempraktikkannya. Bukan apa-apa, dia tak mau saja terjebak pada masalah yang ujung-ujungnya urung terpenuhi.

Bahkan dia meminta masyarakat silahkan menilai mana Caleg yang sudah berjanji namun tidak mampu memenuhinya. Membangun citra di tengah masyarakat sejatinya tidak dibuat-dibuat, seharusnya alamiah saja.

“Ada yang sudah berjanji, kemudian ‘duduk’ dan ternyata tidak bisa menepati, jadi silahkan masyarakat menilai dan memilih,” cetusnya.

“Janji-janji muluk yang sulit ditepati justru akan menjatuhkan citra caleg, masyarakat sekarang ini lebih cerdas untuk memilih calon mereka,” cetusnya lagi. (*)

Penulis: Albert P. Nalang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed