oleh

Rektor Unima Boyong Dosen Peneliti dari Empat Fakultas ke IJCST 2018

BALI, BARTA1.COM – Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) terus menggebrak dalam kinerja lembaga pengemban tri dharma.

Buktinya, tidak hanya mendorong proses pembelajaran, pekan ini Prof Dr Paula Julyeta Runtuwene MS, memboyong dosen-dosen yang aktif juga melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk memdiseminasikan karya ilmiah mereka di International Joint Conference on Science and Technology yang diselenggarakan konsorsium sembilan universitas terkemuka di Indonesia.

Antara lain Unesa Surabaya selaku host, UNM Makasar, Unima Manado, Unkhairun Ternate, Politeknik Negeri Bali, Universitas Musamus Papua, Politeknik Negeri Jember, UPN Veteran Surabaya, dan Universitas Trunojoyo Madura.

Dosen peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Teknik (Fatek), dan Fakultas MIPA pun didampingi rektor saat menghadiri International conference yang dilaksanakan 18-19 Oktober 2018.

Konferensi ini sendiri menaungi 14 international conference lain yakni 6th Bisstech, 3rd ITIS, 3rd I-CAN, 3rd ICOSE, 3rd ICOMSE, 2nd ICHESS, 1st ICSEAH, 1st ICOSED, 1st ICSPS, 1st ICLS, 1st ICETIA, 1st ICESST, 1st ICASH dan 1st UiCoRCS yang dibagi ke dalam dua kategori utama yaitu International Conference on Social Sciences (ICSS) dan International Conference on Sciences and Technology (ICST).

Semua artikel yang telah diterima dan direview secara ketat serta dipresentasikan dalam konferensi ini langsung diterbitkan secara daring pada Atlantis Press yang terindeks padaThomson and Reuters pada saat konferensi.

Dalam sambutannya dalam konferensi yang dibuka oleh Gubernur Bali ini, Direktur DRPM, Dr Ocky Kertajasa yang mewakili Menristekdikti menyatakan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan ilmiah pertama di Indonesia yang melibatkan banyak konferensi internasional lainnya sekaligus dan melibatkan consorsium sembilan perguruan tinggi nasional.

“Ini merupakan forum yang sangat berarti bagi pengembangan keilmuan dan peningkatan kinerja kelembagaan terkait dengan target publikasi dan diseminasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, apalagi saat ini juga akan diadakan penandatangan MOU antar sembilan universitas.” ringkas Ocky.

Sementara itu Rektor Unima, selain mendukung pernyataan direktur DRPM, juga mengungkapkan kebanggaannya atas semangat dan kinerja dosen-dosen Unima yang tampil mempresentasikan karya mereka diforum internasional dan menghasilkan luaran yang terindeks.

“Ini menandai peningkatan kinerja kelembagaan baik LPPM dan fakultas sebagai refleksi kinerja universitas dalam memacu kualitas dan kinerja dosen peneliti,” rangkum Runtuwene.

Pada kesempatan ini juga Rektor Unima didampingi oleh Pembantu Rektor 1 Prof Dr Deitje Katuuk dan Pembantu Rektor 3 Dr Sisca Kairupan menandatangani MOU dengan sembilan universitas anggota konsorsium dengan disaksikan Direktur DRPM Kemenristekdikti.

Ketua LPPM Unima, Prof Dr Revolson Mege dan Dekan FIS Unima, Dr Apeles Lexi Lontoh, mengatakan yang ikut tidak hanya sebagai pimpinan tapi juga mempresentasikan karya mereka secara berbarengan menyatakan penghargaan mereka terhadap dukungan rektor untuk kegiatan ilmiah sejenis ini.

“Ini momen berharga buat eksistensi dan kinerja Unima, kehadiran Ibu Rektor sungguh menyemangati kami semua,” pungkas keduanya.

Apalagi dalam konferensi ini ada dosen Unima, Dr Mister Gidion Maru, yang tampil sesi keynote bersama dengan pembicara asing yang bereputasi sangat menandai rekognisi terhadap Unima dikancah nasional dan internasional.

Editor : Agustinus Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed