oleh

Caleg Nasdem: Biaro Bisa Jadi Gerbang Pariwisata Nusa Utara

-Berita, Daerah-5.050 views

Manado, Barta1.com — Pulau Biaro dengan segala pesona eksotismenya adalah modal untuk menancapkan 3 Kabupaten di Nusa Utara (Sitaro, Sangihe, dan Talaud) dalam peta besar pariwisata Indonesia dan dunia.

“Pulau Biaro yang pertama kali ditemui ketika menempuh perjalanan dari Manado ke kawasan Nusa Utara, jadi bisa dikatakan Biaro adalah pintu gerbang daerah sehingga harus dimaksimalkan khususnya untuk membangkitkan industri pariwisata,” kata Caleg Nasdem Dapil Nusa Utara, Ir. Jutixel Rudolf Parera, saat diminta tanggapannya di seputar peluang pengembangan industri kepariwisataan Nusa Utara, belum lama.

Jutixel Rudolf Parera

Kepada barta1.com, Rudolf Parera mengatakan, akselerasi pembangunan pariwisata daerah adalah salah satu program dalam Visi Restorasi Partai Nasdem.

“Kami akan konsen mengawal sektor kepariwisataan dikembangkan menjadi industri baru dan kreatif, untuk mengangkat perekonomian masyarakat Nusa Utara,” ujar Parera.

Dikatakannya, selain Biaro, ada begitu banyak obyek wisata di Nusa Utara yang bisa menjadi objek andalan karena segmentasinya beragam mulai dari keindahan alam, panorama bawah laut hingga lokasi memancing.

Parera tidak mengada-ada. Nusa Utara memang menyimpan sejuta pesona untuk diperlihatkan ke seluruh penjuru dunia. Di pulau Biaro sebagai misal ada Pantai Tumora dengan spot penyelaman yang tak kalah dengan bawah laut Pulau Bunaken. Panoramanya memanjang ke Teluk Buang, Teluk Tope dan Pantai Kalakuhi.

Sedangkan di darat wisatawan bisa menyaksikan keindahan alam Pulau Salangka atau menikmati sinar matahari di Pantai Lamanggo. Perairan situ juga menyimpan kehidupan ikan yang bisa menjadi tantangan untuk penggemar olahraga memancing.

Khusus untuk Pulau Biaro, menurut Parera, lagi menunggu untuk disentuh. Sejauh ini pemerintah telah membangun dermaga di sana untuk mempermudah akses. Tetapi menjadikan pariwisata sebagai industri bagi masyarakat, jelas butuh pengembangan sumber daya serta peningkatan infrastruktur.

“Saya memiliki misi yang jelas untuk pengembangan pariwisata daerah. Ini dimaksudkan sebagai tumpuan berikutnya bagi perekonomian masyarakat yang selama ini mengandalkan sektor perkebunan dan perikanan,” kata Parera.

Upaya mengembangkan kepariwisataan Biaro, katanya lagi, adalah salah satu jalan untuk menyudahi stigma kelam yang terkesan melekat untuk Biaro di kalangan birokrat sebagai kawasan pengucilan.

“Dengan memaksimalkan industri wisata, citra Biaro akan terangkat bahkan bukan tidak mungkin menjadi destinasi pariwisata dunia,” imbuhnya. (*)

Penulis: Iverdixon Tinungki

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed