oleh

Peserta Seminar Perlindungan Anak FH Unsrat ikut Berdonasi

MANADO, BARTA1.COM – Semua pihak tergerak untuk membantu meringankan beban korban bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Seperti halnya pada seminar nasional ‘Dinamika Penegakkan Hukum Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak di Indonesia yang diselenggarakan Fakultas Hukum (FH) Unsrat Manado, Kamis (4/10/2018). Seminar dengan pembicara Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, ikut mendonasikan sumbangan kepada korban bencana Sulteng.

“Saya mengajak semua peserta untuk mengingat penderitaan anak-anak yang menjadi korban gempa di Palu, Sigi dan Donggala dengan donasikan sumbangan kita kepada mereka,” ujar Aris.

Dekan Fakultas Hukum Unsrat, Dr Flora Kalalo SH MH, menyampaikan donasi yang terkumpul dari peserta seminar akan disalurkan melalui Dompet Peduli Unsrat. “Iya kita serahkan ke Dompet Peduli Unsrat. Terima kasih buat peserta yang sudah mendonasikan kepada korban bencana di Sulteng,” ucap mantan Wakil Rektor Unsrat ini.

Sementara itu dalam seminar yang dihadiri kurang lebih 200 peserta selain Aris Merdeka Sirat sebagai pembicara, juga Ketua PN Manado, dan Perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Sulut, Leidrik Takaedengan.

Terkuak munculnya berbagai persoalan penegakkan hukum UU Perlindungan Anak di Sulut. “Meskipun pemerintah Sulut terus berpacu meningkatkan berbagai program dan upaya perlindungan anak, tetapi hasilnya belum signifikan ketika stakeholder Aparat Penegak Hukum (APH) belum maksimal menjalankan fungsinya dengan baik dan belum menerapkan UU secara optimal,” ujar Ketua Komnas Perempuan dan Anak Sulut, Jull Takaliuang.

Perbedaan persepsi dan paradigma tentang ‘kepentingan terbaik buat anak’ dan ‘keberpihakan kepada korban’ disetiap institusi penegak hukum menjadi hal mendasar yang memicu munculnya persoalan-persoalan yang dikeluhkan peserta.

“Seminar atas kerjasama dengan FH Unsrat ini memang bukan jawaban untuk persoalan akut ini. Akan tetapi menjadi momen penting yang menandai bangkitnya sebuah kesadaran kampus khususnya FH Unsrat sebagai stakeholder penting dalam Perlindungan Anak Sulut untuk berkontribusi secara akademik di bidang hukum,” tukasnya.

Dan tidak hanya itu, kepedulian beberapa mahasiswa yang aktif bergabung dalam komunitas Sahabat Pelangi yang mengajar di TPA Somompo juga berasal dari FH dan Fakultas Teknik Unsrat, sehingga mereka diapresiasi dengan sertifikat penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak.

Penulis : Agustinus Hari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed