oleh

Gunung Soputan Erupsi, Warga Panik tapi Enggan Mengungsi

JENER Lumonang (40-an) masih santai saja di depan rumah, ketika Gunung Soputan tiba-tiba erupsi, Rabu, (3/10/2018) pukul 08.47 WITA. Baginya, ‘batuk’ gunung bertinggi 1890 mdl ini sudah biasa terjadi dari sejak dulu.

“Iya saya anggap biasa saja. Toh, hampir selalu terjadi erupsi,” ujar warga Ratahan, Minahasa Tenggara, Kamis (4/10/2018). Hanya saja, karena erupsi yang tiada henti dan mengeluarkan lava pijar membuat dirinya mulai kuatir juga. Pria yang berasal dari Siau yang cukup lama menetap di Ratahan ini tetap bertahan di rumah dan enggan untuk mengungsi.

“Biarlah kami tetap bertahan di rumah. Kami enggan untuk mengungsi,” kata wiraswasta ini.

Erupsi Gunung Soputan pada Rabu sebelumnya terjadi sebanyak empat kali. Abu vulkanik mengarah ke Amurang, Minahasa Selatan. Cukup banyak warga yang terdampak dengan hujan abu. Bupati Minahasa Selatan, Tetty Paruntu tak sengan-sengan melihat dari dekat situasi di Desa Kotamenara, Kecamatan Amurang. Desa yang paling dekat dengan Gunung Soputan paling berdampak dengan debu vulkanik letusan Gunung Soputan.

Bupati ikut membagikan masker dan melakukan pemeriksaan bagi warga Desa Kotamenara. “Saya ingatkan warga agar tidak beraktivitas dulu. Dan jangan coba-coba aktivitas dekat jalur Gunung Soputan. Saya minta warga waspada dan gunakan masker agar terhindar dari penyakit,” ujar Tetty Paruntu.

Petugas Pos Pemantau Gunung Soputan, Asep Saefulah, melaporkan visual Gunung Soputan jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 4000-6000 m di atas puncak kawah.

Teramati letusan Stromboli estimasi ketinggian 150 meter dari puncak. “Leleran lava mengarah ke timur. Masyarakat agar mewaspadai potensi ancaman aliran lahar yang dapat terjadi setelah terjadinya erupsi yaitu dimana material erupsi terbawa oleh air, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan, seperti Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang dan Londola Kelewahu,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius 4 km dari puncak Gunung Soputan dan di dalam area perluasan sektoral ke arah Barat-Baratdaya sejauh 6,5 km dari puncak yang merupakan daerah bukaan kawah untuk menghindari potensi ancaman guguran lava maupun awan panas.

“Masyarakat di sekitar Gunung Soputan juga dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu,” ujar Asep.

Ditambahkan, sejauh ini belum ada warga yang mengungsi. Mereka tetap melakukan aktivitas seperti biasa di kebun. Kendati, kewaspadaan tetap ditingkatkan.

Selain Kabupaten Minahasa Tenggara yang cukup berdampak, daerah sekitar seperti Minahasa Selatan hingga Kota Manado mulai merasakan terjangan abu vulkanik Gunung Soputan.

Penerbangan Lancar

Pasca erupsi Gunung Soputan, ternyata tak menganggu jadwal dan aktivitas di Bandara Sam Ratulangi Manado. Erupsi masih terus terjadi hingga Kamis 4 Oktober 2018 siang ini.

General Manager Angkasa Pura 1 Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus Gandeguai mengatakan, jadwal penerbangan di bandara belum terdampak. “Sejak kemarin hingga hari ini semua penerbangan berjalan lancar,” katanya melalui sambungan telepon.

Dia mengakui sejauh ini erupsi Gunung Soputan berlum berdampak terhadap 40 lebih jadwal penerbangan selang sehari ini. “Meski begitu kami terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti BMKG, Pos Pengamatan Gunung Soputan dan lain-lain. Ini penting agar proses penerbangan bisa sesuai jadwal. Takutnya kalau erupsi kian menjadi-jadi akan membahayakan penerbangan,” ujar Minggus.

Yang perlu diantisipasi juga kata dia, jika tinggi erupsi sudah melampaui tinggi jelajah pesawat itu akan menganggu penerbangan sehingga harus ada tindakan. “Namun sejauh ini semua normal-normal saja,” tuturnya.

Beredar Video Hoax

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengingatkan masyarakat jangan mudah percaya dengan video-video yang tersebar di media sosial. “Setelah kami telusuri banyak video yang tak ada kaitan dengan erupsi Gunung Soputan. Banyak video hoax yang beredar, seperti halnya letusan gunung di Guatemala,” beber Ibrahim. Polda Sulut akan memburu dan menangkap pelaku penyebar video hoax terkait erupsi Gunung Soputan.

Peliput : Agustinus Hari, Mikael Pontolondo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed