oleh

Obat dan Makanan di RSUD Liun Kendage Terancam Habis

-Berita, Daerah-2.375 views

SANGIHE, BARTA1.COM—Dampak belum dibahasnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Sangihe, sangatlah buruk. Tak main-main, saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendage Tahuna kena imbasnya, yaitu berkurangnya stok obat dan makanan pasien.

Ketersediaan obat dan makanan di RSUD Liun Kendage beberapa pekan terakhir ini semakin menipis, dan kronisnya bisa menjadi ancaman serius terhadap keselamatan pasien.

Hal inipun menjadi keprihatinan dari
sejumlah dokter. Mereka mengaku stok obat dan makanan bagi pasien yang menjalani rawat inap sudah mulai habis dan sebagian obat sudah kosong.

“memang benar ketersediaan obat dan makanan bagi pasien di sini sudah semakin menipis dan sebagian obat sudah kosong. Yang kami takutkan,
kalau semua pasien pengguna BPJS harus mengeluarkan biaya untuk
berobat sementara, otomatis mereka akan menyalahkan kami. Begitu juga dengan stok makanan, tidak mungkin pasien harus membawa makanan dari rumah,” kata beberapa dokter yang enggan namanya disebutkan.

Mereka juga meminta agar Pemerintah Kabupaten dan pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sangihe secepatnya mengambil langkah atas kepentingan kemanusiaan.

“Kalau APBD Perubahan dibahas lebih awal mungkin tidak akan seperti
ini. Sebab kalau ini dibiarkan berlarut- larut yang rugi masyarakat kita di Sangihe. Olehnya itu kami minta perhatian serius dari Pemerintah dan DPRD Sangihe guna pelayanan terhadap banyak orang,” ujar mereka.

Hal demikian juga dibenarkan oleh Direktur Utama (Dirut) RSUD Liun Kendage Tahuna, dr Blessing A Rompis. Menurut dia, Kamis, (20/9/2018) masalah serius ini adalah dampak karena kekurangan anggaran.

“Memang obat mulai berkurang, karena anggaran kurang. Maka dari itu, kami hingga hari ini menunggu pembahasan anggaran perubahan. Sebelumnya stok obat sampai bulan Agustus kemarin itu banyak, tapi kalau tidak ada tambahan? Jadi kami masih menunggu dari pemerintah dan dewan agar dapat segera menyelesaikan. Artinya inikan rumah sakit, jadi harus dibantu. Tidak main-main dengan pasien,” ungkap Rompis.

Hingga hari ini APBD Perubahan tak kunjung pasti, namun demikian setiap harinya pengeluaran obat dan makanan di RSUD Liun Kendage nyata berkurang (terpakai). Pemerintah dan dewan sudah seharusnya mengutamakan kepentingan kemanusiaan di atas persoalan lainnya.

Peliput : Rendy Saselah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed