oleh

Membunuh Beetle, Membunuh Hitler

Asal muasal Volkswagen Beetle adalah perang gagasan desainernya melawan politisasi mobil rakyat dan para kapitalis industri. Saat rakyat Jerman di bawah kekuasaan Nazi berada di era kesulitan ekonomi.

Sekali lirik siapa saja pasti jatuh hati pada mobil ini. Di masa kini VW Beetle masuk dalam jajaran mobil klasik yang menyiratkan bahwa ia kendaraan yang bersahaja. Bentuknya lucu, kalau boleh dibilang imut dengan beberapa bagian yang menggelembung.

Dari modelnya nan unik itu, dia memperoleh bermacam julukan di berbagai negara, si kumbang atau beetle di Amerika, kotseng kuba atau si bongkok di Filipina, boble atau gelembung di Norwegia, kostenurka atau kura-kura di Bulgaria dan tentu saja si kodok di Indonesia.

Setelah bertahan beberapa dekade, Volkswagen akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksi model ikoniknya itu. Keputusan ini diambil mulai tahun depan, 2019, dengan menghadirkan dua edisi spesial menyambut penghentian produksi model tersebut.

“Kehilangan Beetle setelah tiga generasi, hampir tujuh dekade, akan membuat fans Beetle terharu. Setelah kita bergerak ke produsen otomotif yang lebih fokus pada mobil keluarga serta menyambut strategi untuk masuk ke kendaraan listrik, memang tidak ada rencana untuk menggantikan Beetle,” ucap CEO Volskwagen Group Amerika Hinrich Woebcken, Senin (17/9/2018), dikutip dari kompas.com.

Tapi sebagai penahan haru, lini produk Volskwagen di Mexico akan melahirkan dua model spesial pamungkas yang dinamai Final Edition SE dan Final Edition SEL. Perubahan yang diberikan termasuk warna khusus, beberapa fitur tambahan yang ekslusif akan disematkan sebagai penghormatan pada kedua model dan trim interior yang tidak ditemui di model biasa.

Tugas mobil penuh sejarah akhirnya paripurna. Keputusan mengakhiri karier VW Beetle di kancah otomotif dunia ikut mematikan konsep-konsep pemimpin Nazi, Adolf Hitler, yang di masa lalu memimpikan kehadiran mobil untuk rakyat dengan semangat sukacita.

(baca juga: Snapback Melenggang dari Lapangan Bisbol ke Street Fashion)

Suatu ketika di musim panas 1932, sang Fuhrer lagi duduk di sebuah restauran di Munich. Dia sibuk dengan coretan-coretan dengan pensil dan kertas. Hasilnya adalah sebuah prototipe desain ‘mobil rakyat’ atau volkswagen. Desain itu kemudian diserahkan pada bos industri otomotif Daimler-Benz, Jakob Werlin.

“Bawalah bersama anda dan berbicaralah dengan orang-orang yang lebih mengerti tentang hal itu daripada saya. Tapi jangan lupakan itu. Saya ingin mendengar dari Anda segera, tentang rincian teknis,” titah Hitler pada Werlin.

Tahun-tahun tersebut kendaraan roda empat hanya bisa dimiliki oleh para elit. Namun Hitler percaya semua orang Jerman harusnya punya mobil. Karena ini untuk rakyat, tentu desainnya harus cerdas, handal dan memancarkan kesenangan. Namanya pun Kraft durch Freude, atau secara harafiah kekuatan melalui mobil sukacita.

Josef Ganz duduk di atas mobil rakyat ciptaannya. (foto:jozefganz.org)

Insinyur Yahudi
Namun sebelum mobil rakyat mulai diproduksi massal, idenya secara teknis telah dimulai jauh di belakang. Pionirnya adalah insinyur Jerman bernama Josef Ganz. Satu-satunya dosa Ganz sehingga namanya hilang dari jejak kelahiran Volkswagen adalah karena dia berdarah Yahudi.

(baca juga:Merkava Hingga Smasher, Inilah Senjata Paling Mematikan Milik Israel)

Menurut jozefganz.org, Ganz lahir di Budapest Hongaria tahun 1898. Dia adalah insinyur otomotif serta penulis handal yang sering menulis kritik bagi industri mesin roda di Majalah Klein-Motor-Sport. Perusahaan-perusahaan otomotif berperang melawan Motor-Kritik, yang dieditorinya, dengan gugatan hukum, kampanye fitnah dan boikot iklan. Media itu digunakan Ganz sebagai platform untuk memberikan kritik yang mendukung tetapi sengit melawan korupsi di industri otomotif dan pers, dan mempromosikan teknologi inovatif, termasuk ide untuk Deutschen Volkswagen (Volkswagen Jerman) .

Namun, setiap upaya baru untuk penghancuran hanya meningkatkan publisitas majalah. Josef Ganz sendiri dengan teguh memantapkan dirinya sebagai inovator otomotif independen terkemuka di Jerman.

Ketertarikannya untuk merancang mobil ikut melahirkan gagasan membuat mobil rakyat. Pada tahun 1923 ia membuat sketsa pertamanya untuk mobil kecil, ringan, beroda 4 dengan mesin yang dipasang di tengah, suspensi serba independen dan bodi yang ramping. Desainnya terinspirasi oleh Rumpler Tropfenwagen revolusioner sejak 1921.

Pada musim panas 1930, Josef Ganz membangun prototipe pertama Volkswagen-nya di pabrik sepeda motor Ardie di Neurenberg. Mobil kecil dan ringan ini menampilkan sasis backbone sentral, suspensi serba independen dengan gandar belakang berayun, mesin yang dipasang di tengah, dan bodi yang ramping. Ganz membuat prototipe kedua yang lebih kokoh ketika ia ditunjuk sebagai konsultan teknis di pabrikan mobil Adler di Frankfurt. Prototipe ini selesai pada Mei 1931, dijuluki Maikäfer (May Bug).

Berita tentang model baru yang revolusioner ini menyebar dengan cepat dan banyak insinyur menguji May Bug, termasuk Ferdinand Porsche, Ferry Porsche, dan Adolf Rosenberger, sebelum kantor desain Porsche memulai pengembangan Zündapp Type 12.

Selain di Adler, Josef Ganz juga bekerja sebagai konsultan di Daimler-Benz dan BMW di mana dia terlibat dalam pengembangan model pertama dengan suspensi roda independen: Mercedes-Benz 170 dan BMW AM1 yang sangat sukses. Pekerjaan tekniknya yang brilian dan tulisan jurnalistik yang kritis melejitkan revolusi dalam industri otomotif untuk membangun mobil yang terjangkau, ringan, nyaman, aman dan efisien.

Februari 1933, Standar Fahrzeugfabrik dari Ludwigsburg memperkenalkan model Standar Superior baru mereka —sebuah Volkswagen yang didasarkan pada paten Josef Ganz—di pameran motor Berlin IAMA. Adolf Hitler, yang telah menjadi Kanselir Jerman, dua minggu sebelumnya membuka pameran motor dan menyatakan minat besar dalam desain Superior Standar dan harga jualnya yang rendah, hanya 1.590 Reichsmark.

Tanpa modal besar, Ganz dianggap tidak mampu memproduksi skema rancangannya. Namun dia tetap mendukung pemerintah Nazi yang memiliki inisiatif kuat untuk mengembangkan produksi mobil kecil dan membangun jalan raya. Upaya Ganz untuk mewujudkan impian pada mobil rakyat kemudian dikandaskan oleh lawan-lawannya yang menyalahgunakan pengaruh mereka dengan pemerintahan anti- dengan membuat tuduhan palsu terhadapnya.

Ironinya, saat banyak perusahaan mobil Jerman mulai mengadopsi ide-ide progresif yang dipromosikan di Motor-Kritik, Josef Ganz ditangkap oleh Gestapo pada Mei 1933 berdasarkan tuduhan pemalsuan industri otomotif. Dia akhirnya dibebaskan, tetapi musuh di Gestapo dan pemerintah secara sistematis menghancurkan karirnya. Bahkan hidupnya terancam kematian.

Ganz melarikan diri ke Swiss pada Juni 1943, bulan di mana Ferdinand Porsche, yang ditugaskan Hitler, merealisasikan ramalan Josef Ganz merancang Volkswagen yang diproduksi massal untuk konsumen seharga 1.000 Reichsmark.

(baca juga:Legenda Boots dari Kaki Denise Boulet)

Pada 1935, Ganz menetap di Swiss dan dengan dukungan pemerintah lokal dia memulai proyek Volkswagen Swiss. Prototipe pertama dibangun pada 1937 dan 1938 dan rencana dibentuk untuk produksi massal di pabrik baru. Sayang ancaman dari Gestapo yang terus mengincar dirinya, serta pemerintah setempat yang korup dan mencoba mengklaim proyek Volkswagen Swiss sebagai milik mereka sendiri, terus menghalangi impian lelaki ini. Sementara di Jerman, Volkswagen telah benar-benar menjadi mobil rakyat dengan produksi 1.000 unit per bulan.

Ganz memutuskan untuk meninggalkan dunia lama dan naik kapal laut ke Australia pada 1951. Selama beberapa tahun dia bekerja di sana untuk General Motors – Holden, tetapi mulai didera serangan jantung. Upaya pemulihan namnya sebagai salah satu pioner mobil rakyat tak pernah jelas hingga tutup usia tahun 1967

Di Tangan Porsche
Pada 1923 Ferdinand Porsche bergabung dengan Mercedez-Benz, perusahan gabungan antara Daimler dan Benz & Cie. Ide Porsche untuk mobil kecil tidak populer di Mercedes-Benz dan pada tahun 1929 Porsche pergi untuk bergabung dengan Steyr Automobile. April 1931, Porsche mendirikan perusahaan desainnya di Stuttgart, di mana dia berhasil merekrut beberapa rekan kerja lama termasuk Erwin Komenda, Xaver Reimspiess dan juga anaknya sendiri Ferry Porsche.

Perusahaan motor Zündapp tertarik untuk memperluas jangkauan sepeda motor mereka dengan mobil kecil dan terjangkau. Ferdinand Porsche dikontrak untuk mengembangkan prototipe tersebut. Mobil kecil murah ini memiliki beberapa kesamaan dengan Beetle; memiliki sasis backbone dan mesin belakang. Meskipun Porsche lebih menyukai mesin datar 4-silinder, Zündapp memilih untuk menggunakan mesin radial 5 silinder berpendingin air.

Pada tahun 1930-an saat Jerman tengah berada di masa tekanan finansial, ada kecenderungan yang berkembang untuk mobil bermotor yang terjangkau. Hitler kemudian menunjuk Porsche sebagai perancang dana pemerintah yang dinamain volkswagen. Oktober 1935, dua prototipe pertama telah siap, secara resmi ditetapkan sebagai Tipe 60 tetapi dikenal sebagai V1 dan V2. V1 adalah sedan dan V2 yang convertible. Kemudian diikuti oleh V3 dan VW30 sebagai desain yang disempurnakan.

Prototipe VW 30 yang diciptakan Porsche dan kawan-kawan. (foto: pre67vw.com)

Tapi perubahan desain terbesar terjadi ketika diputuskan bahwa mobil harus memiliki kaca jendela belakang menggantikan bagian belakang yang berlubang. Di masa itu kaca melengkung terlalu mahal untuk diproduksi sehingga Solusinya adalah jendela belakang terbelah dengan dua bagian kaca datar. Hal ini mengharuskan penguatan garis saring untuk digambar ulang sehingga perancang bodi Erwin Komenda datang dengan desain VW38 yang akhirnya diproduksi massal.

Ferdinand Porsche

Proyek Volkswagen tidak akan pernah terwujud tanpa dukungan Hitler, kata Wolfram Pyta, seorang profesor sejarah di Universitas Stuttgart.

“Hitler membutuhkan pikiran kreatif untuk memproduksi mobil ringkasnya yang cocok untuk produksi massal,” kata Pyta.

“Dan Porsche membutuhkan dukungan politik untuk memungkinkan dia membangunnya tanpa tekanan keuangan,” tambahnya.

Pyta bersama sejawaran Ians Nils Havemann dan Jutta Braun, menulis “Porsche: Dari Kantor Desain Hingga Merek Global”. Buku ini menelusuri perusahaan dari pendiriannya di Stuttgart pada 25 April 1931. Dua pria, satu proyek besar: Adolf Hitler dan Ferdinand Porsche adalah orang-orang di belakang Volkswagen Beetle. Porsche adalah insinyur jenius, sedangkan Hitler politisi licik.

“Keduanya dibuat untuk satu sama lain,” ujar Pyta.

Hitler, yang tidak memiliki SIM, secara pribadi menyetujui prototipe “Volkswagen”-nya pada 29 Desember 1935 dan menyuruh Ferdinan Porsche mewujudkannya. Tidak lebih dari dua tahun kemudian, pada 26 Mei 1938, pabrik Volkswagen berdiri di Wolfsburg dan Führer sendiri yang memulai produksinya. Yang mengejutkan Volkswagen tidak hanya untuk rakyat, sebagaimana tujuan awalnya, karena juga digunakan untuk tujuan militer tertentu dan tentu saja hadir di garis depan peperangan antara sekutu dan Nazi. (*)

Penulis: Ady Putong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed