oleh

Air Bersih Langka di Siau, Bob Wuaten: Belum ada Laporan Warga

-Berita, Daerah-2.479 views

SITARO, BARTA1 — Kondisi cuaca tidak menentu akhir-akhir ini dengan kecenderungan kemarau, mengakibatkan sejumlah wilayah yang tidak terjangkau saluran pipa Perusahaan Air Minum (PAM) mulai kesulitan dalam pemenuhan kehidupan sehari-hari khususnya air bersih.

Sebagaimana pantauan Barta1 khususnya di Kecamatan Siau Timur (Sitim), Selasa (04/09/2018) ada beberapa wilayah yang hampir puluhan rumah kekurangan air bersih.

“Kalau untuk wilayah ini memang sudah kekurangan air bersih, jadi kami membelinya lewat kendaraan air yang dijual menggunakan tong air 1100 liter,” kata Elfrit dan Elan, warga Sitim.

Memang keduanya mengakui, untuk wilayah tempat tinggal mereka belum terjangkau pelayanan pipa PAM, sehingga selama ini sebagian besar warga masih mengkonsumsi air hujan.

“Kalau curah hujannya tidak normal apalagi musim panas seperti ini, sudah pasti warga akan kekurangan air bersih. Kalau pun ada kendaraan air, harganya seringkali tidak terjangkau mulai dari Rp125ribu sampai dengan Rp300ribu per tong atau tangki,” tutur keduanya.

Terkait dengan kepeduliaan pemerintah, keduanya memastikan belum ada pemerintah yang turun ke lapangan atau berinteraksi dengan masyarakat.

“Kemungkinan kondisinya masih diatasi oleh warga, jadi mereka belum turun dilapangan. Tapi selama ini, sudah hampir sebulan kekurangan air bersih, belum ada pemerintah yang turun dilapangan,” ungkap keduanya.

Pelaksana tugas (plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, Bob Ch Wuaten ST ketika dikonfirmasi Selasa (4/9/2018) menjelaskan, pihaknya belum bisa mengambil tindakan antisipasi untuk warga meskipun sudah ada warga yang kehabisan air bersih.

“Sampai dengan saat ini belum ada laporan dari warga ataupun pemerintah kampung. Kalau sudah ada pasti akan kami tindaklanjuti,” jelas Wuaten.

Apalagi menurut Wuaten, dari buletin yang ada di BMKG kondisi cuaca masih normal dan belum ada kondisi yang mengkhawatirkan, termasuk belum ada laporan-laporan yang memastikan bahwa warga sudah kekurangan air bersih.

“Untuk itu, kami belum bisa membantu lebih, sebab kalau tidak prosedural nanti kami yang kena. Jadi statusnya masih normal dan belum bisa dinaikkan menjadi siaga,” tukas Wuaten. (*)

Peliput : Stenly Rein Mes Gaghunting

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed