oleh

Cerita Awal Karir Petinju Sangihe Hingga Bertarung di Asian Games 2018

SANGIHE, BARTA1.COM – Kurang lebih 20 menit menunggu di depan layar televisi, sesaat sebelum anaknya disiarkan lewat layar televisi naik ke ring tinju Asian Games 2018 melawan petinju asal Thailand, Rujakran Juntrong, pada laga perempat final Asian Games Jakarta-Palembang 2018, Selasa (28/8/2018).

 

Ruben Papendang (56), ayah dari salah satu Petinju muda andalan tanah air, Farrand Buyung Papendang, tetap bersyukur meski Buyung sapaan sehari-hari Farrand, terhenti langkahnya oleh Rujakran dalam tarung di kelas ringan putra (60 kg) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Ruben Papendang, ayah Farrand Buyung Papendang di lokasi pembangunan stand Festival Pesona Sangihe di Tahuna, Selasa (28/8/2018). (FOTO: RENDY/BARTA1)

 

Meski begitu, Farrand telah menyumbangkan yang terbaik untuk Indonesia. Dia salah satu atlet yang terlahir tidak instan. Buktinya pada laga 16 besar, Farrand dengan cekatan menumbangkan petinju kidal Korea Selatan, Haeju Choi.

 

Ruben Papendang, sedikit menceritakan tentang awal-mula anak sulungnya itu mengawal karir menjadi atlet tinju. Menurut dia, sebenarnya Farrand menekuni olahraga lari. Karena yang mereka ketahui pada waktu dia masih SMP, Farrand sering meminta izin untuk latihan lari. “Waktu mulai masuk SMP, dia saban hari meminta izin untuk latihan. Saya dan ibunya tahu, dia latihan lari. Ternyata diam-diam dia berlatih tinju. Dari situlah awal mula ia menekuni tinju,” kata Ruben Papendang.

 

Bakatnya mulai nampak ketika ia memasuki usia remaja. Di awal-awal masuk Sekolah Menengah Kejuruan, Farrand memenangkan turnamen di Manado membawa nama Sasana Gelora. Tidak lama kemudian, Farrand dipanggil masuk Program Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga (PPLP) Sulawesi Utara di Manado sekaligus melanjutkan sekolahnya di sana.

(baca juga: Keinginan 4 Atlet Sangihe Kibarkan Merah Putih, Ini Profil Mereka (2/habis))

Ternyata, bakat atlet tak datang tiba-tiba. Sang ayah, dulunya juga merupakan pelari yang sudah berapa kali membawa nama daerah ke tingkat provinsi pada kisaran tahun 1980-an. “Saya dulunya adalah atlet lari, sewaktu masih sekolah. Dihitung-hitung, kurang lebih ada 6 kali, saya membawa nama daerah Sangihe-Talaud,” kenang Ruben Papendang, yang kesehariaannya sekarang bekerja sebagai tukang.

 

Ruben juga menuturkan bahwa setiap kali anaknya naik ke ring tinju. Sebelum laga persiapan dimulai, Farrand selalu menyempatkan diri untuk menelpon kedua orang tuanya. Dia meminta doa dari orang tua agar dapat menjalani pertandingan dengan baik. “Sebelum mulai, Farrand selalu menelpon saya dan ibunya. Kata dia, mama, papa berdoa. Tadi, dia juga menelpon kami,” kata Ruben.

 

Sebagai orang tua tentu akan selalu mengharapkan yang terbaik untuk anaknya. Tak terkecuali harapan kedua orang tua Farrand Papendang, juga orang tua atlet-atlet lainnya agar kedepannya masa depan anak-anak mereka mendapat perhatian dari pemerintah. “Sudah disampaikan dulu oleh Ketua Pertina Pusat, bahwa yang berprestasi akan dipromosikan menjadi PNS. Tentu kami selalu berharap yang terbaik untuk anak-anak kami,” ucap dia.

 

Petinju bernama lengkap Farrand Adityo Papendang (Buyung) lahir di Tahuna, 8 Februari 1993. Ayahnya Ruben Papendang dan ibunya bernama Ridelfiane Manikape. Alamat tempat tinggal, Sawang, Kelurahan Soa Taloara, Kecamatan Tahuna Induk, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

Mengawali karir sebagai atlet tinju sejak 2008 ketika ia berusia sekolah menengah pertama di Sasana Gelora Boxing Camp Sangihe. Laju karirnya melesat dengan mengumpulkan sejumlah prestasi, antara lain juara I Kejurda di Manado 2008, juara II Wali Kota Tomohon 2008, juara I Kejurnas PPLP di NTT 2009, juara I Kejurnas PPLP di Papua Barat 2010, juara II Kejurnas PPLP di Riau 2011, juara I Mangindaan Cup di Manado 2013, menjuarai Wakil Presiden Cup di Lahat Sumatera Selatan 2014, juara III Kejurnas Elitmen di Makassar 2014.

 

Kemudian juara II STE Medan 2014, juara III Presiden Cup Palembang 2015, juara III Sea Games Singapura 2015, 8 besar kejuaraan Asia Bangkok 2015, 8 besar pra Olimpic di China 2016, juara II PON Jawa Barat 2016, 8 besar kejuaraan asia di Uzbekistan 2017, juara I Ulaanbatar Cup di Mongolia 2017, peringkat I Piala Wali Kota Cup di Manado 2017, tampil di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, dan lain-lain.

 

Penulis: Rendy Saselah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed