oleh

Kursi Kosong dan Nasionalisme Legislator Sangihe

-Berita, Daerah-2.189 views

Bulan Agustus sebagai hitungan kelender yang dikeramatkan dalam sebuah penghormatan akan peristiwa sejarah perjalanan Bangsa dan Negara ini. 17 Agustus, tujuh puluh tiga tahun yang lalu sebuah negara yang dinamakan Indonesia diproklamirkan sebagai sebuah penegasan kemerdekaan.

Peristiwa peringatan kemerdekaan Indonesia setiap tahunnya menjadi hak yang wajib dan menjadi sebuah tanggung jawab moral sejarah untuk merayakannya dengan sungguh-sungguh. Hal demikian dirasa oleh segenap anak bangsa yang mendiami wilayah-wilayahnya masing-masing, termasuk wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Semua momen penting di bulan Agustus itu menjadi sangat berharga bagi setiap warga negaranya. Dimulai dari kota sampai ke desa-desa, semua larut dalam kegirangannya masing-masing menyemarakan hari kemerdekaan.

Namun demikian, di tingkatan elit politik ada pemandangan berbeda. Khusus dalam gelaran rangkaian HUT RI Ke-73 tahun, beberapa tokoh masyarakat yang menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Kemerdekaan itu, mempertanyakan ketidakhadiran beberapa anggota legislatif (Aleg) Sangihe.

Pertanyaan dan keheranan itu merebak sesudah peringatan peristiwa sejarah itu berlalu beberapa hari.

“Kami melihat hanya setengah dari seluruh wakil rakyat Sangihe yang hadir dalam rapat istimewa sampai di hari peringatan HUT RI, Jumat 17/8/2018 lalu. Jiwa kebangsaan seorang pejabat negara seperti ini yang kami tanyakan. Bukannya menvonis tetapi disayangkan dengan sikap Wakil Rakyat seperti ini. Saya kira, para anggota legislatif harus bisa menyingkirkan ketegangan politik pada hari besar bangsa dan negara kita,” kata Azis Janis Ketua LSM Lapek Bahari.

Dalam hal ini Janis meminta agar oara pejabat hendaknya menjadi cerminan sosial dalam mencintai Bangsa dan Negaranya.

“Jadilah panutan bagi masyarakat banyak. Jadilah pejuang bangsa yang tulus membangun negeri, khususnya Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jika memang ketidak hadiran itu disengajakan, maka rasa cinta mereka terhadap bangsa dan negara ini patut dupertanyakan,” ujar Janis.

Sementara itu Ketua DPRD Sangihe Benhur Takasihaeng saat ditanyakan ketidakhadiran para Aleg lainnya menjelaskan ada beberapa anggotanya berhalangan hadir dikarenakan sakit dan kepentingan lainnya.

“Memang ada yang lagi sakit dan berhalangan hadir dalam kegiatan HUT RI ini dan itu sudah dilaporkan ke saya sebelum acara dimulai,” ungkapnya. (*)

Peliput : Rendy Saselah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed