oleh

Seni Lukis Sulut dan Semangat Mengglobal

MANADO, BARTA1.COM – Ibarat seorang gadis cantik yang hidup di sebuah tempat yang penghuninya semuanya perempuan. Demikian posisi dunia seni lukis dan seni rupa Sulawesi Utara pada umumnya. Diskusi pun menjadi menarik saat membahas upaya menerobos dinamika pasar seni lukis dunia, dipandu penyair Iverdixon Tinungki.

Bertempat di Sanggar Lukis Fadjar Sahante, Jumat, (27/7/2018) lalu, sore terasa menjadi ringkas, sementara percakapan masih panjang. Pelukis John Semuel tampak paling agresif melampiaskan harapannya dalam memposisikan Sulut di peta seni lukis dunia.

Suksesnya bersama Fadjar Sahante menggelar pameran lukisan di Balai Budaya Jakarta pada 23-28 Juni 2018 lalu dengan tajuk “2 Minahasa: Menembus Batas” membuat John optimis berbagi semangat untuk mengglobal.

“Bukankah ada kesadaran posisi bersama seni rupa Sulawesi Utara, berada di “arus pinggir” seni rupa Indonesia?” Karena selain Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Bali yang disebut sebagai pusat-pusat seni rupa Indonesia, Manado (Sulawesi Utara) adalah wilayah samar-samar dalam peta seni rupa Indonesia. Sejenak berpindah ke lain waktu! Sonny Lengkong (alm) acap disebut sebagai satu-satunya pelukis Sulawesi Utara yang berhasil menerobos dinamika pasar seni lukis global. Tahun-tahun kehidupannya diwarnai kelimpahan berkah dari para pemburu lukisan manca negara.

Keberhasilan Sonny menembus pasar tentu tak serta merta terjadi dengan mudah. Sukses pelukis yang membuka galerinya di Kota Tomohon ini, tentu tak lepas dari dukungan banyak pihak, antaranya, media massa, kurator, event organizer, sponsor pemerintah, dan sponsor swasta.

Kembali ke diskusi di sore yang cukup redup itu, Sonny menjadi sebuah cerminan bahwa tak ada sukses yang diraup dengan cara menanti dan diam. Gagasan bergerak ke “arus tengah” dimotori sejumlah pelukis ternama antaranya: Jaya Masloman, Yongke Manus, Jef Watimena, Arie Tulus, Ilham Nasikin, John Semuel, Fadjar Sahante, bersama 12 pelukis Sulut lainnya, disepakati sebuah pameran akbar yang akan ditajah di Jakarta dalam waktu dekat, dengan tajuk “Pameran Seni Rupa Torang 19 “.

Singkatnya, saat terang menyusut dan gelap perlahan merangkak mengisi semua sudut, cahaya lain tampak menyelusup ke ruang Sanggar Lukis yang terletak di Kampung Jati, Tumumpa itu. Cahaya itu adalah cahaya dunia seni lukis Sulut yang baru.

Peliput: Albert Nalang

Barta1.Com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 comments

  1. sekali lagi sulut harus berkembang dengan ciri khas dan budaya yang di tingalkan pala leluhur bukan kelemahan dan kekukurangan yang membuat qt lemah tapi kekompakan dan semangat yang membuat qt tetap kuat
    dalam suatu keharmonisan warna dalam berkarya.. ART longa vita brevis…

News Feed